Buka JMF, 1.602 Lowongan Kerja Diperebutkan

BALIKPAPAN – Sedikitnya 1.602 lowongan kerja dibuka dari 95 perusahaan di Kalimantan Timur dalam kegiatan Job Market Fair (JMF) yang berlangsung mulai hari ini hingga besok (23-24/8) diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan. Dari 1.602 lowongan kerja tersebut, menawarkan 199 jabatan yang menjadi pilihan pencari kerja.

Pelaksanaan JMF diikuti ribuan pencari kerja dengan lulusan pendidikan SLTA dan perguruan tinggi. Adapun perusahaan yang menawarkan lowongan kerja ini dari berbagai bidang yaitu perkebunan sawit, perdagangan, keuangan, jasa, perhotelan, pendidikan dan migas.

Salah seorang Koordinator Training Hotel Blue Sky Balikpapan, Donny Hariyono mengungkapkan, kegiatan JMF yang diselenggarakan sangat baik karena perusahaan dapat terfasilitasi dalam mencari tenaga kerja. Sehingga perusahaan juga dapat menyeleksi kualifikasi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Terbantu dengan kegiatan JMF ini sebab perusahaan pembuka lowongan dipertemukan langsung dengan pencari kerja. Pembukaan kali ini tidak banyak karena disesuaikan kebutuhan,” katanya saat stan dibuka, Rabu (23/8/2017).

Ia mengaku, setiap ada JMF pembukaan lowongan untuk hotelnya dibuka, meskipun jumlah lowongan tidak banyak namun antusias pendaftar cukup banyak.

Santi (23), pencari kerja mengatakan, mengikuti JMF adalah yang pertama kali setelah lulus dari pendidikan perguruan tinggi.

“Saya lihat dulu lowongan apa saja yang dibuka selanjutnya masukkan berkas lamaran karena persyaratannya sudah disiapkan,” ungkap perempuan lulusan jurusan manajemen ini.

Santi berharap dapat diterima pada salah satu lowongan pekerjaan yang ditawarkan karena jumlah pencari kerja yang mendaftar juga banyak.

Dalam pembukaan JMF, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi berpesan agar memanfaatkan peluang lowongan kerja yang dibuka oleh perusahaan. Karena di tengah kondisi ekonomi daerah yang menunjukkan perbaikan, cukup sulit didapat lowongan kerja.

Pihaknya juga menyarankan kepada Disnaker selaku penyelenggara untuk menyediakan kotak saran agar pencari kerja dapat menyampaikan masukan dalam penyediaan lowongan kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Balikpapan, Tirta Dewi, menambahkan dari catatan Disnaker Kota tahun lalu, penyerapan tenaga kerja lokal cukup tinggi yakni 1800 orang namun mereka yang bertahan bekerja hanya 600 orang.

“Pada JMF tahun lalu laporan yang kami terima hanya sekitar 600 saja yang tetap bertahan, sisanya langsung keluar setelah 1 atau beberapa hari bekerja,” pungkasnya.

Tirta sangat menyayangkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih. “Mental memang jadi persoalan utama pekerja lokal, harusnya tenaga lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah,” ujarnya.

Suasana pendaftaran para pencari kerja. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...