Waroeng Kampoeng Djadoel Lestarikan Kuliner Khas Semarangan

SEMARANG  — Waroeng Kampoeng Djadoel merupakan salah satu tempat yang ada di kampung wisata, Kampung Batik Semarang. Keunikan dari Waroeng Kampoeng Djadoel adalah semua hal yang ada di tepat makan ini mengangkat tema jadoel (jaman dulu).

Makanan dan minuman yang ada di warung makan ini merupakan kuliner khas semarangan yang sudah ada sejak dulu, hingga dekorasi dan musik yang ada di tempat ini juga bertema jaman dulu.

Menu makanan yang ada di warung ini seperti nasi mangut, nasi rames, gudeg dan lainnya. Sedangkan minuman yang disediakan tempat ini adalah minuman seperti wedang jahe, wedang uwuh, dan minuman khas semarang lainnya.

Dekorasi di tempat makan ini dibuat seperti jaman dulu, ada gambar semarang tempo dulu, ada patung-patung tokoh pewayangan, dan kursinya juga di lapisi kain batik. Lagu-lagu yang diperdengarkan di tempat makan ini juga lagu-lagu klasik khas semarangan seperti lagu “Gambang Semarang”.

Sejak dideklarasikan oleh Pemerintah Kota Semarang bahwa Kampung Batik Semarang merupakan kampung wisata jaman dulu, warga kampung batik pun mulai berkreativitas untuk menghias kampungnya.

Begitu juga dengan salah satu warga Kampung Batik Semarang, Dodo Budiman. Pria yang akrab dipanggil Dodo ini memiliki ide untuk membuat sebuah warung makan yang bertema jadoel (jaman dulu). Dia kemudian memulainya dengan merenovasi rumahnya menjadi Waroeng Kampoeng Djadoel.

“Kampung Batik sudah  berdiri sejak jaman penjajahan Jepang. Sebagian besar orang yang tinggal di Kampung Batik merupakan orang asli Semarang. Kami sebagai penduduk asli sangat tertarik untuk terus melestarikan budaya  yang ada di Semarang. Salah satunya adalah mengenai makanan khas Semarang. Hal ini kami pilih sebagai bagian dari usaha melestarikan makanan-makanan jaman dulu khas Semarang yang saat ini mulai ditinggalkan,” ujar Dodo saat ditemui Cendana News Rabu, (19/7/2017).

Menurut Dodo sebagai owner Waroeng Kampoeng Djadoel, tempat makan ini dibangun sebagai pelengkap wisata bagi Kampung Batik Semarang. Kampung Batik Semarang selain mengangkat informasi tentang batik Semarangan, kampung ini juga mengangkat tema-tema sejarah semarangan. Karena itu sebagai pelengkap budaya semarangan, Waroeng Kampoeng Djadoel hadir sebagai bagian yang mengangkat budaya semarangan khususnya dalam hal kuliner khas semarangan.

“Sekarang ini makanan-makanan khas semarangan sudah mulai ditinggalkan, bahkan oleh penduduk asli semarang sendiri. Banyak yang lebih memilih menu-menu makanan dari negara-negara barat ketimbang dari daerah sendiri. Karena inilah kami mengharap Waroeng Kampoeng Djadoel ini bisa jadi sarana untuk mengeksiskan kembali kuliner khas Semarang,” tutur Dodo.

Pengunjung Waroeng Kampoeng Djadoel ini kebanyakan datang dari kalangan remaja. Mereka cepat dalam hal mendapat dan menyebarkan informasi karena sebagian besar remaja merupakan pengguna media sosial yang aktif. Dengan semakin banyak remaja yang berkunjung, menurut Dodo berarti target untuk mengedukasi para remaja untuk ikut andil dalam pelestarian budaya bisa segera tercapai.

Meskipun saat ini Dodo mengaku Waroeng Kampoeng Djadoelnya belum mendapat untung, namun menurutnya itu tidak menjadi masalah. Baginya semakin banyaknya pengujung dan semakin banyak orang yang bertanya-tanya tentang kuliner khas Semarang itu merupakan awalan yang bagus untuk selanjutnya mengajak mereka ikut menjaga dan melestarikan budaya.

“Saya sebagai pemilik Waroeng Kampoeng Djadoel memperbolehkan pengujung untuk hanya berfoto saja tanpa harus membeli makanan atau minuman yang ada di warung ini. Saya hanya berharap semoga setelah berkunjung ke tempas saya, para pengujung yang notabene anak-anak remaja bisa tersadar akan pentingnya usaha untuk menjaga dan melestarikan budaya yang sudah kita miliki,” imbuh Dodo.

Sementara itu pengunjung Waroeng Kampoeng Djadoel, Bella Clarissa dan Fitri Handayani, merasa senang bisa mengunjungi Waroeng Kampoeng Djadoel. Menurut mereka, selain tempatnya nyaman dan seru untuk foto-foto, makanan di Waroeng Kampung Djadoel juga enak. Selain itu, mereka berdua juga mengaku bisa belajar banyak mengenai budaya semarangan khususnya terkait kuliner khas Semarang.

“Dekorasi dari Waroeng Kampoeng Djadoel sangat bagus dan nyaman. Saya sendiri tidak menyangka di dalam Kampung Batik Semarang ternyata ada tempat makan yang bagus seperti ini. Saya berharap banyak orang yang akan mengunjungi tempat ini sehingga tempat makan ini terus eksis keberadaannyanya,” ujar Bella.

 

Dari kiri ke kanan Fitri Handayani dan Bella Clarissa/Foto: Khusnul Imanuddin.

 

Lihat juga...