Tumbuhkan Karakter Anak Melalui Masa Orientasi Penuh Game

SEMARANG — Masa Orientasi Siswa (MOS) pada umumnya dijadikan sebagai sarana untuk memperkenalkan siswa baru pada lingkungan sekolahnya. SD Islam Hidayatullah melakukan masa orientasi siswa dengan cara unik. Keunikan dari MOS yang dilaksanakan oleh SD Islam Hidayatullah adalah dengan mengambil tema pendidikan karakter melalui permainan-permainan atau games.

Menurut Kepala Sekolah SD Islam Hidayatullah, Ratna Arumsari, program orientasi kali ini dilakukan di luar jam sekolah. Hal ini dilakukan karena memperhatikan kondisi psikologi anak-anak kecil yang butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. MOS ini juga dilakukan di luar kelas, lebih dulu sebelum siswa diantarkan mengenal kelasnya masing-masing supaya anak-anak tidak bosan.

Ratna Arumsari. Foto: Khusnul Imanuddin

“Anak kelas satu yang baru masuk sekolah biasanya akan kaget kalau harus bertemu dengan lingkungan baru, terutama akan kaget jika sudah harus berinteraksi dengan kakak kelasnya. Karena itu, kami dari pihak sekolah memilih untuk melakukan masa orientasi siswa di luar jam sekolah. Hal ini dilaukan supaya anak merasa aman dan nyaman lebih dulu dengan lingkungan barunya,” jelas Nana saat ditemui, Sabtu (15/7/2017).

Masa orientasi siswa kali ini berfokus pada pendidikan karakter meliputi keberanian, mandiri, dan percaya diri. Penanaman karakter tersebut dilakukan dengan menggunakan banyak games. Seperti games karakter keberanian, games dilakukan dengan mengajarkan anak bernyanyi sambil menari. Setelah itu, salah satu anak disuruh untuk maju ke depan dan memberi komando teman-temannya untuk bernyanyi dan menari. Soal kemandirian, anak-anak diajarkan untuk melakukan pembiasaan saat akan masuk kelas. Seperti mengucapkan salam sebelum masuk kelas, cara meletakkan tas, tidak mencorat-coret meja dan kursi, dan lain sebagainya.

Karakter percaya diri sendiri dilakukan dengan memberikan games berupa kuis. Kuis ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh anak-anak. Bagi anak yang berani maju ke depan untuk menjawab pertanyaan, maka akan diberikan hadiah. Hadiah ini yang menjadikan anak-anak berebutan untuk menjawab pertanyaan sehingga menumbuhkan rasa percaya diri bagi si anak.

Menurut wanita yang akrab dipanggil Nana, pengenalan guru pun dilakukan dengan games. Yaitu dengan mendeskripsikan materi apa yang diajarkan guru yang sedang memperkenalkan diri, kemudian anak-anak disuruh untuk menebak guru tersebut guru mata pelajaran apa. Misalnya, guru menyebutkan bahwa dirinya tidak mengejar di kelas melainkan di lapangan. Lalu, anak-anak berebut menebak guru mata pelajaran apa. Hal ini merupakan bagian penumbuhan rasa percaya diri sekaligus cara kenal siswa baru dengan guru-guru yang akan mengajarnya.

Nana berharap dengan masa orientasi siswa berbasis pendidikan karakter melalui games ini dapat membuat siswa lebih terkesan dan mengingat-ingat pelajaran yang didapatkannya. Selebihnya, bisa berharap siswa baru menjadi siap sekolah secara mental dan memiliki karakter percaya diri serta kemandirian terutama saat awal-awal pembelajaran.

Salah satu wali murid, Novianti, mengapresiasi kegiatan orientasi siswa yang dilakukan oleh guru-guru di SD Islam Hidayatullah yang mengangkat tema pendidikan karakter. Menurutnya itu sangat penting karena yang dibutuhkan anak usia dini adalah pendidikan karakter. Sehingga anak siap bersekolah, memiliki percaya diri dan keberanian untuk mengikuti pembelajar di sekolah.

Menurut Novianti, dengan kegiatan bertema pendidikan karakter melalui games, membuat anak-anak tidak bosan. Selain itu adanya kesempatan anak-anak untuk mengeluarkan pendapat juga menjadikan anak-anak antusias dalam mengikuti acara masa orientasi sekolah.

“Saya berharap tema pendidikan karakter ini bisa dilakukan terus menerus di setiap masa orientasi siswa kelas satu. Sebab saya melihat dengan adanya pendidikan karakter seperti ini, anak saya yang tadinya tidak mau saya tinggal sekarang sudah berani bermain dengan guru dan teman-temannya yang baru,” imbuhnya.

Lihat juga...