SLEMAN — Didirikan pada 2007 silam, Posdaya Berbasis Masjid, Masjid Baiturrahman, Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta telah banyak berkontribusi dalam memberdayakan warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Berbagai unit kegiatan yang didirikan baik di bidang Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, maupun Ekonomi, termasuk Keagamaan mampu mendorong tumbuhnya masyarakat yang berakhlak mulia, taat beribadah, serta memiliki kemandirian.
Posdaya Masjid Baiturrahman bahkan telah memenangi berbagai ajang prsestasi, seperti meraih Damandiri Award atau Posdaya Terbaik tingkat nasional, hingga menyandang predikat sebagai masjid terbaik atau berprestasi ketiga di DIY.
Pembina Takmir sekaligus Ketua Posdaya Masjid Baiturrahman, Suripto, mengatakan Dusun Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, sendiri memiliki sebanyak 580 penduduk dan 200an KK yang tersebar di 3 wilayah RW dan 7 RT. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, maupun pedagang, termasuk juga pegawai.
Masjid Baiturrahman sebagai masjid terbesar di Dusun Klidon, berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat. Tak hanya di bidang keagamaan atau peribadatan saja, namun juga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Posdaya Berbasis Masjid ini disamping masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, tapi juga sebagai pusat kegiatan di luar keagamaan. Baik itu untuk untuk meningkatkan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat. Jadi masjid menjalankan 2 fungsi sekaligus,” katanya Rabu (26/07/2017).
Sebagaimana Posdaya pada umumnya, Posdaya Masjid Baiturrahman Klidon, menjalankan empat pilar pokok pemberdayaan. Di bidang pendidikan, Posdsya ini memiliki lembaga pendidikan TK TPA untuk belajar mengaji bagi anak-anak serta lembaga PAUD untuk anak balita pra TK.
Di bidang lingkungan, upaya pemberdayaan dilakukan dengan menggerakkan warga menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, hingga penghijauan. Kegotongroyongan dan kerukunan warga masyarakat juga dibangun untuk mengkikis sikap individualis warga.
“Di bidang kesehatan kita membentuk posyandu lansia dan posyandu balita. Berbagai kegiatan dilakukan secara rutin seperti penimbangan, layanan kesehatan, hingga pengobatan termasuk pemberian makanan tambahan. Kita bekerjasama dengan puskesmas dan tim dokter,” katanya.
Sementara itu kegiatan ekonomi, dijalankan dengan membentuk koperasi berbasis masjid. Koperasi ini berfungsi sebagai pendukung pengembangan unit usaha yang sebelumnya telah didirikan. Baik itu peternakan, lumbung padi, hingga UKM Jajan Pasar.
“Memiliki 54 anggota, koperasi yang didirikan sejak 2009 tumbuh pesat. Jika di awal modal yang dimiliki hanya Rp40 juta kini telah berkembang menjadi Rp100 juta. Koperasi ini rutin memberi pinjaman bagi anggota dalam mengembangkan usahanya,” katanya.
Menurut Suripto, selain mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat lewat bermacam unit usaha yang dimiliki, Posdaya Berbasis Masjid juga mampu menghidupkan dan memakmurkan masjid. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya jamaah yang beribadah di Masjid.
“Dengan adanya posdaya, jamaah semakin giat meningkatkan ibadah. Setelah posdaya berdiri, jumlah infak bahakan meningkat drastis dari Rp300 ribu-Rp500 ṛibu menjadi Rp2-3 juta tiap jumat. Ini artinya kemakmuran masjid semakin meningkat,” katanya.
Adanya keberhasilan posdaya, membuat Masjid Baiturrahman ini banyak dikenal dan dikunjungi sebagai tempat studi. Berbagai kelompok mulai dari perguruan tinggi, hingga kelompok masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia hingga berbagai negara pernah mengunjungi masjid ini.
“Banyak daerah di Indonesia yang memiliki basis masyarakat Islam yang kuat belajar kesini. Seperti Gorontalo, Makasar, Padang, Malang dsb. Termasuk dari luar negri yang mayoritas masyarakatnya non Islam. Seperti Vietnam Filipina, dan banyak lagi. Mereka ingin meniru untuk dikembangkan di gereja,” katanya.
Suripto mengaku masih banyak rencana yang ingin dikembangkan dalam Posdaya Berbasis Masjid di dusun Klidon. Antara lain mengembangkan PAUD menjadi Kelompok Bermain yang bisa menjangkau anak usia di bawah 2 tahun hingga mendirikan unit usaha ekonomi, berupa kos-kosan, agar hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan masjid.