Nasi Uduk Tempe Kemul dan Kerang Bumbu Pepes, Menu Penggugah Selera
LAMPUNG – Kebiasaan sarapan merupakan rutinitas yang sangat baik untuk kesehatan khususnya bagi para pekerja yang akan melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan energi cukup sehingga istilah “utamakan sarapan” kerap terdengar.
Bagi sejumlah pekerja sektor informal di wilayah Penengahan di antaranya para tukang ojek, kuli angkut pasar bahkan pekerja wiraswasta lain beberapa tempat penyedia menu sarapan banyak tersedia di antaranya warung ibu Halimah penyedia menu nasi uduk, lontong sayur dan berbagai jenis gorengan. Di tengah mahal dan langkanya pasokan garam di pasar ia menyebut masih tetap menyajikan menu nasi uduk gurih yang digemari oleh masyarakat Penengahan bahkan oleh anak-anak sekolah.
Menurut Halimah, proses pembuatan nasi uduk pun terbilang sederhana dengan cara mencampurkan beras dengan santan dan batang serai, daun salam, merica yang dikukus hingga matang. Nasi uduk yang dibuat Halimah diakuinya dijual dengan beragam cara di antaranya dibungkus bagi pelanggan yang akan memakannya di rumah atau dimakan menggunakan piring bagi pelanggan untuk dimakan di warung. Menu tambahan pun jadi pelengkap nasi uduk buatannya berupa tempe kemul atau tempe goreng berselimutkan tepung, telur dadar serta telur utuh balado yang gurih.
“Nasi uduk saya jual bersama lontong sayur dan selalu habis terjual hingga pukul sembilan karena saya jual sejak pagi dengan pelanggan anak anak sekolah dan masyarakat untuk sarapan,” terang Halimah saat ditemui Cendana News tengah melayani salah satu pembeli di warung miliknya, Sabtu pagi (29/7/2017).
Menu nasi uduk diakui Halimah disediakan sebanyak satu termos nasi dan selalu habis terjual dengan rata-rata sebanyak seratus porsi per hari dengan dibungkus atau dimakan di tempat. Menu yang hanya dijual saat sarapan tersebut diakui Halimah pun kerap dikreasikan dengan sambal gurih tomat bahkan bagi yang menyukai sambal orek dengan menu kacang tanah, tempe dan teri nasi tambahan sambal orek tersebut cukup menggugah selera.
Ida salah satu pelanggan mengaku kerap memesan nasi uduk gurih dengan menu tempe kemul dan sambal orek yang disantapnya sebelum melakukan aktivitas. Wanita yang bekerja sebagai pemilik usaha penjualan baju tersebut mengaku menjadikan sarapan sebagai kebutuhan yang penting salah satunya dengan menu nasi uduk.
“Rasanya yang gurih dan lauknya yang pas dengan tempe kemul membuat saya berselera makan karena menu sarapan buat saya harus bisa menggugah selera makan saya,” terang Ida.

Kerang bumbu pepes diakui Ratmini menjadi salah satu menu yang sama sekali tak memerlukan garam dalam proses pengolahannya bahkan cukup pas di saat harga garam tengah melejit dan langka. Seperti menu lain untuk sarapan dengan nasi lauk kerang tersebut merupakan jenis kerang laut yang telah dikupas dan sebagian belum dikupas dan disajikan sebagai lauk.
“Kerang yang sudah dicuci bersih dan dikupas saya tumis dengan bumbu kunyit dan campuran cabai serta tambahan teri nasi yang digoreng sebagai taburan saat disajikan,” terang Ratmini.
Ratmini mengungkapkan menu sarapan kerang bumbu pepes yang gurih dicampur dengan teri nasi yang gurih diakuinya cukup diminati bahkan dengan gurihnya proses pengolahan menu tersebut diakuinya tanpa harus menggunakan garam. Menu makanan laut diakuinya sebagian merupakan menu yang sudah cukup gurih dan asin tanpa harus membutuhkan banyak garam.
Selain kerang bumbu pepes dengan taburan teri nasi berukuran kecil sebagai ciri khas tambahan kuliner khas Lampung tambahan buah cepokak dengan ciri khas warna hijau bulat yang banyak dijadikan lalapan dan oleh Ratmini dicampurkan dalam menu lauk kerang dan teri mengurangi rasa asin yang cukup dominan.
Menu yang banyak dijadikan lauk saat sarapan tersebut diakui Ratmini jarang dibuat oleh warung lain karena kerang yang didatangkan dari wilayah Ketapang tersebut kerap tidak tersedia terutama jenis kerang hijau yang dipanen setiap lima bulan sekali. Dirinya bahkan menyajikan menu kerang bumbu pepes setiap akhir pekan dan menu yang selalu berubah setiap harinya agar pelanggan tidak bosan.
