Warga Grobogan ini ciptakan mie tempe yang kaya protein

Admin

JAWA TENGAH, Cendana News – Tak banyak yang tahu, ternyata tempe juga bisa diolah menjadi mie instan.

Mie instan yang sudah dikenal luas di banyak daerah ternyata juga bisa dibuat dari bahan tempe kedelai.

Mie instan tempe atau mie tempe ini bahkan kaya protein, sehingga lebih sehat.

Pembuat mie tempe warga Grobogan, Jawa Tengah, Tri ‘Ulya Qodriyati, ternyata juga memang terinspirasi dari masih tingginya kasus kurang gizi.

Seperti diketahui, kekurangan gizi pada anak dan ibu hamil bisa menyebabkan stunting.

Dan, masih tingginya kasus stunting di Tanah Air itulah yang menginspirasi Ulya menciptakan mie tempe.

Dikutip dari laman jatengprov, Ulya yang lulusan Magister Pendidikan Luar Sekolah (Pascasarjana Unnes) itu mengaku membuat inovasi produk mi tempe yang kadar proteinnya tinggi.

“Harapannya agar bisa membantu mengintervensi penurunan angka stunting,” katanya.

Untuk membuat mie tempe itu dia mengaku melakukan riset hingga lima kali.

Awalnya, ia ingin membuat produk mi tempe yang bebas gluten agar bisa dikonsumsi oleh penderita autis dan diabetes. Namun, setelah ujicoba tidak berhasil.

“Awalnya kita mau bikin 100 persen free gluten dengan bahan baku mocaf dan tepung tempe saja. Tapi tidak berhasil, sehingga kita bikin dengan campuran terigu,” bebernya.

Menurutnya, bahan baku kedelai untuk mi tempe ini dipasok dari petani lokal Grobogan.

Dari kedelai asli Grobogan yang non Genetically Modified Organisms (non GMS) ini diproses menjadi tempe higienis, kemudian dijadikan tepung tempe di Technopark Grogoban.

Tepung tersebut kemudian dijadikan formula dari mi tempe. Hasil uji lab menunjukkan dalam satu cup mi tempe mengandung 20 persen protein.

Namun demikian dia mengaku dalam sebulan baru memproduksi dua kali dan sekali produksi 200 cup.

Hal tersebut karena pemasarannya yang belum luas. Selain itu, harganya juga terhitunng mahal, Rp15.000 per cup.

Ulya mengatakan, mi tempe ini sebenarnya turunan dari produk mi tek-tek yang sudah lebih dulu dibuatnya pada tahun 2017.

Mi tek-tek yang dibuatnya terdiri dari dua varian, yakni 100 persen mocaf dan campuran terigu dengan mocaf.

Untuk produk mi tek-tek ini pemasaran offline sudah dilakukan di beberapa daerah.

“Untuk varian 100 persen gluten free, bahannya dari tepung mocaf. Karena gluten free, maka aman dikonsumsi penderita autis dan diabetes,” jelasnya.