MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menggagas dan mendorong pembangunan jalan tol layang atau “fly over” khususnya di wilayah Panakkukang Makassar, Sulsel, sebagai upaya mengatasi kemacetan dalam kota.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Selasa, mengatakan, tingkat kemacetan khususnya di Panakkukang memang sudah tidak bisa lagi tertangani dan sudah saatnya dicarikan solusi terbaik.
“Jelang lebaran atau dua minggu sebelum hari raya, jalan di Makassar khususnya di wilayah Panakukkang Makassar sudah macet total sehingga tidak ada alternatif lain kecuali membangun jalan tol gantung atau fly over,” kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Selasa.
Ia menjelaskan, untuk tingkat kepadatan di wilayah bisnis itu memang begitu padat. Jika sebelumnya hanya begitu terasa pada saat week end yakni Jumat, Sabtu, Minggu, namun untuk saat ini sudah terjadi kemacetan pada setiap harinya.
Bahkan, kata dia, berdasarkan data yang ada ternyata ada sebanyak 65 ribu kendaraan per hari yang melintas atau melewati daerah Panakkukang yang memang menjadi pusat bisnis di Kota Daeng.
Untuk jaraknya sendiri, kata dia, juga tidak begitu jauh yakni hanya sekitar 4,6 km. Artinya pembangunan tol disesuaikan sistem prioritas terhadap kondisi kemacetan yang terjadi.
“Jika tidak segera diantisipasi maka kawasan Panakkukang akan lumpuh total. Jadi kita prioritaskan dulu dari Panakkukang hingga ke sini (Gedung DPRD Sulsel),” jelasnya usai penjelasan Ranperda tentang pertanggungjawaban APBD 2016 di Gedung DPRD Sulsel.
Mengenai gagasan tentang pembangunan tol layang, Gubernur yang sudah dua periode itu mengakui bukan hal yang mudah diwujudkan. Hal itu butuh komitmen dan dukungan seluruh pihak seperti persetujuan DPRD Sulsel, Wali Kota Makassar serta DPRD Kota Makassar.
“Gagasan ini tidak perlu murni dari gubernur namun juga dari wali kota dan anggota dewan. Apalagi ini untuk kepentingan bersama sehingga memang sudah seharusnya kita bicarakan secara seksama,”ujarnya.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang membahas masalah akselerasi pembangunan jalan tol baru dan jalan arteri sebagai upaya mengatasi kemacetan arus lalu lintas di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu.
“Pembangunan jalan tol baru dan jalan arteri ini sudah harus dilaksanakan karena Makassar sekarang ini sudah ‘stroke’ karena kemacetannya sudah parah,” sebutnya.
Ia mengakui, sejumlah investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri sudah menawarkan diri untuk merealisasikan rencana pembangunan jalan tol dan arteri itu. (Ant)