Gadis Timika Papua Ini Layani Permintaan Foto Ratusan Peserta Harganas
LAMPUNG – Magdalena terlihat lelah setelah mengikuti rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di area Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung. Gadis berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku kelas XI sebuah SMA di Kota Timika Papua tersebut mengaku merupakan perwakilan dari generasi berencana (Genre) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menjadi wakil kota Timika dalam peringatan Harganas XXIV.
Ia menyebut, pertama kali datang ke Provinsi Lampung bersama Oka (39) sang ibu yang mengaku berasal dari Suku Amungme atau dikenal sebagai Suku Amui, Hamung, atau Amung yang menjadi wakil generasi Papua dari Timika dalam kegiatan Harganas XXIV di Lampung. Mengenakan kreasi baju adat Papua lengkap dengan topi yang dihiasi bulu burung Cenderawasih, Magdalena yang dipanggil dengan Lena tersebut, sejak di Lampung untuk mewakili Genre dari Kota Timika sudah datang sejak Kamis (13/7) hingga Sabtu (15/7).
“Saya memang menjadi utusan Kota Timika yang ikut iven nasional Hari Keluarga Nasional ini bersama ibu untuk menjadi duta generasi berencana dan ini pertama kali datang ke Provinsi Lampung. Malah saya jadi pusat perhatian,” terang Magdalena, salah satu wakil generasi berencana Kota Timika Papua di sela-sela kegiatan puncak Harganas XXIV yang segera berakhir pada Sabtu (15/7/2017).

Dalam sehari ia bahkan menyebut diajak berfoto dan swafoto sebanyak lebih dari 50 kali. Bahkan selama dua hari ia menyempatkan untuk berfoto lebih dari 100 kali yang disanggupinya meski ia mengaku lelah harus sebentar-sebentar berdiri. Sebagian peserta Harganas dari provinsi lain juga meminta nomor telepon selulernya untuk menambah pertemanan.
Meski mengaku lelah harus melayani setiap orang yang mengajaknya berfoto namun ia tetap tersenyum dengan lesung pipit yang menghiasi pipi. Selain unik dan cukup mencolok ia menyebut dari wakil genre seluruh Indonesia hanya dirinya yang banyak diajak berfoto karena kostum atau baju adat kombinasi nasional dan ciri khas Papua masih kental terlihat lengkap dengan noken atau tas rajut yang berada di belakangnya. Meski hanya sebagai aksesoris dan awetan burung Cenderawasih di topi.
“Baru sebentar duduk sudah diminta berfoto lagi sama kakak-kakak dan ibu-ibu di sini tapi saya tetap senanglah diajak berfoto karena setelah ini saya tidak pakai baju adat ini,” ungkap Magdalena dengan lesung pipit saat tersenyum tersebut.
Oka, sang ibu, terkadang juga diajak berfoto bersama puterinya tersebut, dominan oleh peserta Harganas XXIV dari wilayah Lampung serta para peserta Kemah Keluarga Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia. Oka menyebut, dengan mengikuti Harganas XXIV, dirinya bisa melihat Provinsi Lampung dan mengenal adat serta budaya provinsi di Pulau Sumatera tersebut. Oka bahkan masih membawa noken sebagai tas pada umumnya untuk menyimpan dompet serta keperluan lain.
Ia menyebut, akan kembali ke Kota Timika Papua pada Minggu (16/7) sore karena bersama anaknya selaku perwakilan Genre oleh tuan rumah Harganas XXIV masih akan diajak menikmati keindahan alam Lampung di antaranya ke Pulau Pahawang dan juga Taman Nasional Way Kambas yang terkenal dengan gajahnya.
“Selain masih mau beli oleh-oleh kita masih diajak berwisata di Lampung dan ini pengalaman sangat menyenangkan bisa hadir di Pulau Sumatera apalagi saya dari Papua,” terang Oka.
Gubernur Lampung, Ridho Ficardo, yang menghadiri puncak Harganas XXIV di PKOR Way Halim dan dihadiri Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, mengaku senang Lampung dijadikan tuan rumah Harganas. Ia bahkan memberi kesempatan seluruh peserta Harganas menikmati kuliner serta oleh-oleh dari Lampung termasuk keindahan alam provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera tersebut.