Daya Saing Ekspor Produk UKM NTB Rendah

MATARAM — Masih rendahnya nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya produk Usaha Kecil dan Menengah disebabkan karena daya saing dari produk UKM yang dihasilkan juga rendah.

“Ekspor kita masih rendah, karena daya saing produk yang dihasilkan pelaku UKM juga masih rendah, termasuk dari sisi kemasan dan branding produk,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Hj. Putu Sely Andayani di Mataram, Rabu (19/7/2017).

Dikatakan, yang paling menyakitkan malah banyak produk UKM seperti kerajinan dibeli dari NTB dalam bentuk mentah, tapi kemudian diklaim daerah lain sebagai produknya setelah desain.

Karena itulah, untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah tersebut, para pelaku UKM terus dilakukan pembinaan dan pelatihan dalam rangka peningkatan pembangunan kapasitas.

“Selain pelatihan, peningkatan kapasitas building UKM di NTB juga dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak luar, kerajinann cukli dan ketak misalkan, kita jalin kerjasama dengan pengusaha dan pengerajin dari Jepara” katanya.

Sely menegaskan, hal lain yang paling penting dilakukan adalah, bagaimana misalkan ketika para pelaku UKM diberikan pelatihan, harus komitmen mempraktikkan ilmu yang didapatkan, supaya bagaimana menciptakan daya saing UKM yang ada.

Sehingga akan mampu meningkatkan nilai ekspor. Selama ini nilai ekspor rendah, pangsa pasar juga masih dalam negeri, kalau ingin meningkatkan ekspor harus meningkatkan kapasitas.

“Untuk menekan biaya pengiriman dan memastikan produk UKM NTB tidak diklaim daerah lain, mulai bulan Agustus, Pemda NTB akan mulai memberlakukan transaksi hasil produk UKM melalui e-shop atau e-commerce.”

Lihat juga...