Operasi Pasar di Kota Mataram, 5.100 Liter Minyak Goreng Ludes Terjual

MATARAM – Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan sebanyak 5.100 liter minyak goreng kemasan jenis premium habis terjual melalui kegiatan operasi pasar minyak goreng murah seharga Rp14.000 per liter, di enam kecamatan se-Kota Mataram.

“Tingginya serapan penjualan minyak goreng melalui kegiatan operasi pasar (OP) tersebut karena antusiasme masyarakat di setiap titik kegiatan OP sangat tinggi,” kata Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida di Mataram, Rabu (9/2/2022).

Menurut Sri di sela memantau kegiatan OP minyak goreng murah terakhir di Kelurahan Turide, Kecamatan Sandubaya, sebanyak 5.100 liter minyak goreng yang terjual itu bersumber dari dua distributor atau merek, yakni Bimoli dan Filma.

Distributor merek Bimoli, katanya, telah menyiapkan kuota minyak goreng murah per titik sebanyak 3.600 liter atau 300 dus untuk enam kecamatan se-Kota Mataram yang menjadi titik kegiatan OP. Artinya, satu titik mendapat kuota 600 liter atau 50 dus.

“Merek Filma menyiapkan 1.500 liter atau 130 dus, namun hanya untuk dua kegiatan OP di dua kecamatan. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” katanya.

Dikatakannya, dalam kegiatan OP minyak goreng murah tersebut masyarakat dibatasi hanya boleh membeli maksimal dua liter. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pemerataan bagi warga lainnya yang belum bisa membeli minyak goreng.

OP minyak goreng murah ini, tambah Sri, sebagai upaya menyentuh masyarakat yang belum mendapat membeli minyak goreng murah di sejumlah retail modern.

“Setelah lain itu untuk menstabilkan harga minyak goreng yang hingga saat ini harganya masih tinggi yakni Rp19.000 sampai Rp20.000 per liter di pasar tradisional,” katanya.

Selain minyak goreng, tambah Sri, dalam waktu bersamaan juga dilakukan OP gula pasir dengan harga Rp12.000 per kilogram. OP gula pasir di lakukan karena adanya indikasi kenaikan di pasar yang mencapai Rp13.500-14.500 per kilogram.

“Karenanya, di setiap kegiatan OP, gula juga selalu habis terjual sehingga kuota yang disiapkan 780 kilogram juga habis terjual. Setiap kecamatan kita kasi kuota 130 kilogram,” katanya. (Ant)

Lihat juga...