461 Orang Terdeteksi Sakit Diare di Merauke
JAYAPURA – Sebanyak 461 kasus diare terdeteksi di Distrik Kimaam, Kabupaten Nabire. Empat di antara warga meninggal dunia, sementara sisanya telah ditangani Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang telah terjun langsung selama sepuluh hari.
Koordinator Krisis Kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Yamamoto Sasarari, Skm, M.Kes mengatakan, sebanyak 11 kampung tersebut terdiri 9 kampung yang ada di Distrik Kimaam dan 2 kampung di luar distrik tersebut. Timnya telah melakukan pemeriksaan serta pengobatan secara gratis selama satu minggu sejak 29 Juni hingga 6 Juli 2017.
“Tim kami beranggotakan lima orang dan telah melakukan pelayanan kesehatan di sana,” kata Yamamoto saat dihubungi via seluler, Senin (10/7/2017). Pasien yang diperiksa oleh tim krisis ini, dikatakan Yamamoto, pasien terdeteksi sejak 28 Mei hingga 30 Juni 2017 yakni berjumlah 461 kasus. Masing-masing 268 balita, 114 anak, sementara 4 orang meninggal dunia akibat penyakit diare.
“Penyebabnya yang pertama minum air tak dimasak, tak ada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), banyaknya genangan air di lingkungan sekitar, anak-anak main tanpa ada alas kaki dan belum adanya jamban di sejumlah rumah,” tuturnya. Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus melakukan perjalanan ke beberapa kabupaten/kota guna melayani kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendeteksi penyakit-penyakit yang nantinya dapat diminimalisir ataupun dicegah penyebarannya.
Dinas Kesehatan Papua merencanakan gelar minum obat bersama di Kabupaten Nabire pada 12-14 Juli 2017 esok, namun belum diketahui kegiatan minum obat tersebut terkait dalam rangka pencegahan atau lainnya.