WTM Didik Petani jadi Peternak yang Baik

MAUMERE – Dalam Program Improving Ecosystem Manajemen and Livehoods Around Mountain Egon Indonesia, kerja sama Wahana Tani Mandiri (WTM) dengan Crytical Ecosystem Partnership Fund (CEPF), salah satu programnya adalah mendukung upaya budidaya ternak para petani dampingan.

“Selain WTM memfasilitasi kapasitas petani tentang bagaimana beternak yang baik, petani juga diberi stimulans ayam sebanyak 3 ekor, 2 ekor ayam betina dan 1 ekor ayam jantan,” ujar Hery Naif.

Saat ditemui Cendana News, Senin (26/6/2017), program manajer WTM ini mengatakan, sebagai kelanjutan kegiatan pengadaan ayam ini, Fransiskus Lokonbai selaku penyalur bersama tim WTM bertemu dengan 2 kelompok tani dampingan di Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, yakni kelompok tani Rulaling dan kelompok tani Hewer Limang.

“Kegiatan pendistribusian 202 ekor ayam itu dihadiri oleh sebagian anggota kelompok dan difasilitasi oleh Marianus Mayolis selaku Fasilitator Lapangan WTM,” ungkapnya.

Herry menyebutkan, bahwa kegiatan distibusi ayam itu mengalami beberapa kendala. Beberapa kali droping dilakukan dari luar dan hasilnya ayam itu tidak bisa bertahan hidup di wilayah Mapitara.

Kemudian diambil kebijakan oleh WTM, sambungnya, dengan pola pembelian ayam di wilayah mapitara tetapi dari luar anggota kelompok sebab prinsipnya ayam yang mau diadakan itu untuk menambah jumlah ayam pada setiap anggota petani.

“Karena itu, tidak heran bila pendistrbusian itu mengalami penundaan waktu karena harus menunggu pengumpulan ayam, setelah itu penyalur akan mengatur proses pengadaan,” terangnya.

Kalau hanya sebatas mau memenuhi target ayam, lanjut Hery, pastinya WTM tanpa mempertimbangkan hal ini dan  mendistribusikan ayam sesuka hati tanpa mengetahui apakah ayam mati atau tidak.

Program manager Wahana Tani Mandiri, Hery Naif. Foto: Ebed de Rosary

Dalam kegiatan di Dusun Hebing, Sabtu (24/6/2017), Sensimus Bajo, ketua kelompok Rulaling mengucapkan terima kasih kepada WTM-CEPF yang selalu setia mendampingi kelompok-kelompok tani di wilayah Mapitara termasuk kelompok tani Rulaling.

Sensimus berharap bahwa ayam yang diadakan oleh WTM serta ilmu budidaya ternak ayam yang sudah difasilitasi itu menjadi model untuk dikembangkan oleh anggota kelompok tani.

Fransiskus Lokonbai, penyalur ayam pada kesempatan tersebut membagi pengalamannya dalam budidaya ternak ayam. Dirinya merupakan salah satu peternak ayam di Sikka yang setiap hari mendistribusi 700 telur ayam kepada dua hotel di Maumere.

“Itu artinya bahwa kalau petani serius dalam budidaya ternak ayam bisa menjadi pendapatan yang mampu memperbaiki ekonomi kita,” tuturnya.

Lebih lanjut diungkapkan Fransiskus, prinsip dasar dalam beternak ayam adalah perencanaan yang matang dan konsistensi dalam melakukan budidaya. Seturut apa yang diketahui seperti mengatasi penyakit ayam bisa dilakukan dengan vaksin ayam atau membuat ramuan-ramuan seperti memberi makan daun pepaya, kunyit dan lainnya.

“Bila telah ada ayam yang mati karena penyakit sebaiknya ayam dimasukkan dalam kandang dan kemudian dikasih saja pencahayaan lampu,” pesannya.

 

Lihat juga...