Menperin: Ditutupnya Seven Eleven, tak Berdampak
JAKARTA — Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan, rencana ditutupnya jaringan waralaba asal Amerika Serikat yang ada di Indonesia, Seven Eleven, tak akan berdampak pada bisnis serupa yang ada di Indonesia.
Menurut Airlangga, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan penutupan Seven Eleven, di antaranya faktor internal perusahaan, strategi pemasaran, menurunnya daya beli konsumen atau masyarakat dan juga ketatnya persaingan antar minimarket itu sendiri.
Berdasarkan pantauan Cendana News, beberapa gerai Minimarket Seven Eleven yang tersebar di Ibukota Jakarta banyak yang ditutup. Padahal, Seven Eleven selama ini dikenal sebagai salah satu minimarket yang memperkenalkan konsep berbeda, khususnya menyasar segmen anak muda.
Menurut Airlangga, sebenarnya mekanisme pasar bukan semata-mata menjadi salah satu faktor penyebab bangkrutnya jaringan toko kelontong Seven Eleven di Indonesia. Faktor pesaing atau kompetitor dan juga perbedaan harga juga bisa menjadi salah satu penyebab ditutupnya Seven Eleven.
Airlangga menyebut, permasalahan pengelolaan manajemen merupakan faktor utama yang menyebabkan terpuruknya jaringan waralaba modern asal Amerika Serikat, tersebut. Namun, Airlangga mengaku optimis, penutupan gerai Seven Eleven tidak akan mempengaruhi bisnis waralaba serupa lainnya.
“Menurut saya keputusan yang diambil pihak manajemen Seven Eleven tentu benar-benar sudah dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan cermat, ada banyak faktor yang menyebabkan Seven Eleven di Indonesia ditutup, ya mungkin bisa karena dipengaruhi adanya faktor internal dan eksternal, namun yang jelas penutupan tersebut tidak akan mempengaruhi bisnis toko kelontong modern atau minimarket lainnya di Indonesia,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (26/6/2017), siang.