JUMAT, 16 JUNI 2017
MUARA TEWEH — Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dermaga Muara Teweh, Muhammad Nurdin, mengatakan, pedalaman Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kini mulai bisa dilayari kapal besar.

Empat hari terakhir ini, pedalaman Sungai Barito tak bisa diayari kapal besar karena mendangkal. Namun, sejak siang kemarin, sejumlah kapal dan tongkang bermuatan ribuan ton batu bara mulai berlayar ke hilir atau selatan serta ke hulu.
“Naiknya debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sepanjang 900 kilometer yang bermuara di Kalimantan Selatan itu karena hujan mulai turun sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Barito Utara, maupun Kabupaten Murung Raya yang terletak di wilayah hulu atau utara,” terang Nurdin, di Muara Teweh, Jumat (16/6/2017),
Menurut Nurdin, puluhan kapal tarik (tug boat) dan tongkang kosong milik perusahaan batu bara yang sempat tertahan di pinggiran Sungai Barito kawasan Bukau, Kecamatan Teweh Tengah, dan tempat lainnya, kini sebagian mulai berlayar ke hulu. “Ketinggian permukaan air yang sebelumnya surut sekarang naik, dan dapat dilayari tongkang berkapasitas di atas 3.500 ton,” katanya.
Namun demikian, kata Nurdin, tongkang yang berlayar mengangkut batu bara belum banyak, karena saat ini masih menunggu antrean di pelabuhan khusus (stock pile) untuk memuat batu bara.”Ribuan ton batu bara yang sempat menumpuk karena air sungai surut kini mulai terangkut,” katanya.
Skala tinggi air (STA) di Muara Teweh pada Jumat pagi berada di angka 6,90 meter, yang menunjukkan ketinggian air lebih aman untuk transportasi sungai, khususnya kapal bertonase besar. (Ant/ Koko Triarko/ Foto: Dok. CDN)
Source: CendanaNews