Kekurangan Pangan Akut Ancam Wilayah Tanduk Afrika

RABU, 14 JUNI 2017

KENYA — Wilayah Tanduk Afrika berada di ambang krisis baru kemanusiaan yang berkepanjangan. Kekurangan air dan makanan akut mengancam kelangsungan hidup masyarakat lokal di negara tersebut.

Utusan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan, Ahmed Meraikhi, mengatakan kepada wartawan di Ibu Kota Kenya, Nairobi, jika wilayah Tanduk Afrika menghadapi tingkat rawan pangan yang tak pernah terjadi sebelumnya berkaitan dengan konflik dan kejutan iklim.

“Keperluan kemanusiaan di wilayah Tanduk Afrika bertambah dan melampaui kemampuan donor untuk menanggapi,” kata Meraikhi, sebagaimana dikutip Xinhua — yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Meraikhi menambahkan, sebanyak 26,5 juta orang berkutat menghadapi kondisi rawan pangan di bagian timur, tengah dan tanduk Afrika.

Pejabat Qatar sebelumnya telah memimpin satu pejabat senior dalam kunjungan lima-hari ke Ethiopia, Somalia dan Kenya, guna menilai krisis kemanusiaan yang menyebar dan dipicu oleh kemarau berkepanjangan.

Meraikhi mengungkapkan sebanyak 13,4 juta orang di ketiga negara tersebut sudah mulai menghadapi kelaparan, kekurangan air dan penyakit menular yang diperparah oleh peristiwa alam ekstrim. “Lebih dari tujuh juta orang di Somalia terpengaruh oleh kemarau, sementara 9,2 juta memerlukan akses mendesak ke air minum yang aman guna menghindari wabah kolera,” kata Meraikhi.

Meraikhi juga menambahkan, Somalia memerlukan lebih dari 948 juta dolar AS, guna menanggulangi keperluan kemanusiaan tahun ini. Semua negara di Tanduk Afrika, kecuali Sudan Selatan, belum mengumumkan bencana kelaparan di dalam wilayah mereka, kendati fenomena itu sudah membayang.

Meraikhi mengatakan, kondisi rawan pangan di Ethiopia dan Kenya masih suram, sehingga diperlukan upaya untuk melancarkan reaksi kemanusiaan, guna menghindari krisis. “Kita berada di ambang kelaparan di Ethiopia, tapi resiko yang lebih besar berada di Somalia,” kata Meraikhi.

Ditambhakn lagi, 4,4 juta orang di wilayah Tanduk Afrika sudah kehilangan tempat tinggal akibat konflik dan bencana alam. Negara Tanduk Afrika dan mitra multilateral mereka harus mencari penyelesaian jangka panjang, guna mempertegas masalah yang memicu krisis kemanusiaan.

Rashid Khalikov, Asisten Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemitraan Kemanusiaan dengan Timur Tengahd an Asia Tengah mendesak pemerintah regional, agar memprioritaskan penanaman modal dalam campur tangan kemanusiaan jangka panjang, seperti program pertanian yang cerdik cuaca, pendidikan, kesehatan, air, kebersihan dan kesehatan (WASH).

“Campur tangan yang dibidik harus dirancang untuk meningkatkan keuletan terhadap kemarau di kalangan masyarakat lokal di wilayah Tanduk Afrika,” kata Khalikov. (Ant/ Koko Triarko/ Foto: Dok. CDN)
Source: CendanaNews

Lihat juga...