Hama Belalang di Sumba Timur Berlangsung Setahun Lebih
WAINGAPU – Serangan hama belalang Kembara di Kabupaten Sumba Timur sudah berlangsung setahun lebih. Serangan hama belalang ini muncul sejak bulan Mei 2016 di Kecamatan Rindi dan Umalulu.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumba Timur, Johanis Hiwa Wunu, saat dihubungi Cendana News, Jumat (23/6/2017), siang.
Dikatakan Johanis, hama belalang pertama muncul di padang rumput tempat penggembalaan ternak dan setelah mendapat laporan dari pemerintah desa tim Brigade Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumba Timur langsung turun ke lokasi.
“Perkembangannya begitu cepat sehingga dalam waktu sekejap saja hama belalang ini menyebar di beberapa kecamatan bahkan hingga ke Kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, sampai tanggal 9 Juni, belalang Kembara sudah masuk hingga ke Kota Waingapu dan Kecamatan Kambera, memakan tanaman padi masyarakat dengan jumlah sekitar 2 hektar.
Sampai tanggal 18 Juni, lanjut Johanis, pihaknya melakukan pengendalian pada malam hari dengan menyemprot pestisida yang melibatkan Dinas Sosial Sumba Timur, BPBD, Yayasan Pelita, WVI dan RSUD Umbu Rara Meha yang dipimpin oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumba Timur.
Dari tanggal 18 Juni 2017, sebutnya, petugas dari tim Brigade OPT terus melakukan pemantauan sebab setelah dilakukan penyemprotan, belalang Kumbara menghilang dan banyak yang mati, namun ditakutkan belalang tersebut pindah ke wilayah lain.
“Tadi pagi kami mendapat informasi belalang Kembara tersebut muncul lagi di padang di Kecamatan Umalulu dan saya sudah perintahkan Brigade OPT untuk mengatasi,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur, Martina D Jers menambahkan, untuk mencegah meluasnya serangan hama belalang Kembara pihaknya bersama tim dokter dari Dinas Kesehatan Sumba Timur pun diterjunkan ke lokasi.
“Serangan hama belalang ini sudah meluas dan sudah ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga kami pun dilibatkan untuk membantu mengatasi serangan hama belalang yang sudah masuk kategori bencana,” ungkapnya.
BPBD Sumba Timur, terang Martina, menyiapkan tenaga dan peralatan seadanya sementara pestisida disiapkan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura. Sejauh ini hama belalang di Kota Waingapu khususnya di rumah penduduk mulai berkurang.
“Memang untuk di Kota Waigapu sudah berkurang jauh dan mulai tidak terlihat. Namun belalang tersebut ditakutkan berpindah ke padang rumput dan semak belukar,” pungkasnya.