JUMAT, 16 JUNI 2017
MANADO — Menjelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Manado mengeluarkan kebijakan baru. Seluruh peserta pemegang kartu BPJS Kesehatan akan mendapatkan pelayanan spesial saat melakukan mudik lebaran.
![]() |
| Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Greisty Borotoding |
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado Greisty Borotoding, mengatakan, pelayanan spesial itu adalah masyarakat Sulut yang sudah menjadi anggota BPJS Kesehatan atau pemegang kartu BPJS Kesehatan JKN-KIS, ketika melakukan mudik lebaran dan membutuhkan pelayanan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) akan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan prosedur sederhana, karena itu saat masyarakat akan mudik kartu BPJS Kesehatan harus selalu di bawa.
“Jadi, masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) ketika sedang mudik ke luar daerah atau di kampung halaman, dan akan memperoleh pengobatan atau pelayanan kesehatan bisa langsung berobat ke instalasi gawat darurat (IGD) setempat yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, tanpa harus melapor ke kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat”, kata Borotoding, di Manado, Jumat (16/6/2017).
Borotoding menjelaskan, program ini mulai berlaku sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2017, dan berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Ia mengatakan, agar tidak mendapat kendala saat akan berobat ketika mudik lebaran, sebaiknya kartu BPJS Kesehatan dalam keadaan aktif atau sudah membayar iuran, sehingga lebih mempermudah petugas kesehatan melayani ketika membutuhkan pengobatan atau pelayanan kesehatan.
“Jadi, peserta JKN-KIS yang sakit saat mudik langsung ke bagian IGD setempat, apa lagi dalam kondisi darurat, agar bisa mendapatkan pelayanan khusus, sehingga tetap nyaman dan sehat dalam menjalani mudik lebaran atau berkumpul dengan keluarga”, ungkapnya.
Sementara itu, Abdul Majid, warga asal Gorontalo yang tinggal di Manado mengatakan, sangat bersyukur bila ada pelayanan spesial ini, dan semoga ini lancar saat melakukan pengobatan di rumah sakit. Apa lagi, di bagian IGD ketika sedang mudik lebaran, karena menurutnya meski ini sudah diterapkan bisa saja ada kendala ketika mengurus pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit.
Karenanya, Majid berharap, petugas BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan bisa mensosialisasikan ini di rumah sakit, agar masyarakat bisa benar-benar bisa dilayani dengan maksimal, sehingga masyarakat juga nyaman saat melakukan mudik lebaran.
“Program ini bagus dan kami sebagai masyarakat tentunya menyambut baik, apa lagi saya nanti akan pulang mudik ke Gorontalo dan Palu sebelum lebaran bersama keluarga, dan saya akan menggunakan kartu BPJS Kesehatan jika akan melakukan pengobatan, semoga benar tidak dipersulit”, kata Majid saat ditemui di Terminal Malalayang Manado.
Selain itu, Majid menambahkan, pengalaman lalu saat anaknya sakit di Manado dan ketika berobat di rumah sakit umum Prof. Kandou, mendapat kendala dan pelayanan lama.
“Waktu itu belum ada program ini, anak saya masuk rumah sakit dan berobat di Kandou. Tapi sampai di rumah sakit, mereka bilang tidak ada tempat dan saat dipaksa harus dilayani biar hanya ditempatkan di lorong, dan itu berlangsung lama baru bisa dilayani. Belum lagi obat yang tidak ada, sehingga harus dicari di rumah sakit. Semoga ini menjadi perhatian dari pihak BPJS Kesehatan dan rumah sakit”, harapnya. (Ishak Kusrant/ Koko Triarko/ Foto: Ishak Kusrant)
Source: CendanaNews
