LAMPUNG — Tujuh ribu kendaraan roda dua diseberangkan dari Pelabuhan Merak Banten tujuan Pelabuhan Bakauheni Lampung menggunakan tiga unit kapal, dari Dermaga VI Pelabuhan Merak Banten, pada jam keberangkatan pukul 00.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB.
Berdasarkan data dari PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), ribuan kendaraan yang diseberangkan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera tersebut menggunakan Armada KMP Wira Kencana sebanyak 2.500 unit, KMP Mutiara Persada I sebanyak 3.000 unit dan 1.500 unit kendaraan roda dua diangkut oleh KMP Duta Banten Jakarta.
Kapal pengangkut khusus kendaraan roda dua tersebut bahkan nyaris tanpa diisi kendaraan roda empat untuk memberi kenyamanan kepada pemudik pengguna roda dua, yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera.
Pantauan Cendana News, kapal terakhir pembawa pemudik kendaraan roda dua yang memilih melakukan perjalanan pada malam hingga dini hari tersebut, tiba di Dermaga Pelabuhan Bakauheni Lampung sekitar pukul 05.30 WIB menggunakan KMP Duta Banten Jakarta milik perusahaan pelayaran PT Jemla.
Salah satu kru KMP Duta Banten Jakarta di kapal tersebut, Aditya, mengatakan, kapal memuat 1.500 unit kendaraan roda dua dan nyaris tanpa memuat kendaraan roda empat, sementara
sebaliknya, saat kembali ke Dermaga VI Pelabuhan Merak hanya memuat kendaraan roda empat.
“Pemudik pengguna kendaraan roda dua memang sudah terlihat mengalami kenaikan sangat signifikan terutama dari Pulau Jawa tujuan Pulau Sumatera, dan tren pemudik roda dua berangkat pada malam hari tiba di Bakauheni saat subuh dengan pertimbangan tidak panas,” ungkap Aditya, saat ditemui Cendana News di Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni, Kamis (22/6/2017).

Sebagian pemudik pengguna kendaraan roda dua atau motor pada H-3 terlihat sebagian merupakan pemudik secara rombongan (konvoi) dengan jumlah masing-masing kelompok 20-30 motor, dan sebagian pemudik perseorangan. Pemudik dengan berbagai tujuan di Pulau Sumatera tersebut memilih beristirahat di area dermaga di Pelabuhan Bakauheni, melakukan proses pengecekan kondisi mesin serta bahan bakar dan sebagian beristirahat di stasiun pengisian bahan bakar umum (spbu) Bakauheni sebelum melanjutkan perjalanan.
Joni, salah satu pemudik pengguna kendaraan roda dua asal Serang tujuan Kotabumi, Lampung Utara, menyebut sengaja memilih perjalanan pada dini hari untuk menghindari kondisi cuaca panas dalam perjalanan. Tren pemudik pengguna kendaraan roda dua tersebut diakuinya sudah terjadi selama beberapa kali arus mudik, sehingga pemudik banyak terkonsentrasi menjelang tiga hari hingga dua hari sebelum lebaran secara bersamaan.
“Kami biasanya mudik secara bersamaan dengan janjian terlebih dahulu, sehingga berangkat secara konvoi sejak semalam untuk kebersamaan dan bisa saling membantu saat di jalan,” terang pemudik yang bekerja di perusahaan garmen di Serang, tersebut.
Meski sempat mengalami kenaikan jumlah pemudik asal Pulau Jawa yang tiba di Pulau Sumatera pada H-4 sebelumnya, berdasarkan data produksi angkutan lebaran PT ASDP cabang Merak, jumlah kendaraan roda dua mengalami kenaikan kisaran 2.000 hingga 3.000 unit per hari mulai dari 5.467 unit kendaraan roda dua pada H-5 (20/6/2017) dan sempat mengalami penurunan pada H-4 (21/6/2017) sekitar 2.122 unit, mulai menunjukkan kenaikan sekitar 7.000 unit kendaraan roda dua pada pagi hari sebelum pukul 06.00 WIB pada H-3 (22/6/2017), dengan diangkut tiga kapal khusus pengangkut roda dua.
Para pengendara yang tiba di Pulau Sumatera dipandu oleh petugas dari PT ASDP Bakauheni dengan akses dari pintu keluar Dermaga V Pelabuhan Bakauheni menuju ke akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Bakauheni, dan keluar di Jalan Lintas Sumatera.
Meningkatnya arus kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dari Pulau Sumatera berbanding terbalik dengan kendaraan dari Pulau Sumatera yang terlihat masih lengang terpantau dari fly over JTTS Bakauheni.