Terling di Terminal, Mudahkan Pemudik Tukar UPK

LAMPUNG — Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Kalianda dan Penengahan, Lampung Selatan, membuka layanan jasa penukaran uang pecahan kecil (UPK) bagi para pemudik yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju ke Pulau Sumatera.

Customer Service BRI unit Penengahan, Wella, mengatakan, berkoordinasi dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni, jasa penukaran uang kecil disediakan di dekat loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki serta pintu kedatangan penumpang Terminal Bakauheni.

Menyesuaikan tradisi di masyarakat saat menyambut lebaran, kata Wella, kebutuhan akan uang baru di masyarakat sebagai hadiah untuk anak-anak masih menjadi kebutuhan. Sebagai upaya mempermudah masyarakat, khususnya pemudik, fasilitas teras keliling (Terling) disediakan dengan menyediakan fasilitas penukaran uang bagi pemudik dengan nominal uang yang ditukarkan mulai dari Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan Rp20.000 dan serta Rp50.000 emisi 2016.

“Kita beri kemudahan pemudik yang akan menuju ke Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera, yang akan menukarkan uang pecahan kecil sehingga pemudik tidak kesulitan karena kita sistem jemput bola,” terang Wella, di mobil teras BRI Bakauheni, Rabu (21/6/2017).

Menurut Wella, pihaknya menyediakan berbagai uang pecahan tersebut dengan jumlah mencapai Rp100 juta. Selain itu, juga menyediakan pelayanan lain seperti penarikan uang tunai, penyetoran tunai. Khusus bagi pemudik, BRI unit Penengahan menyediakan pecahan uang Rp100.000 emisi baru 2016 dan emisi lama dengan jumlah Rp800 juta di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang disediakan. Penyediaan fasilitas teras keliling BRI mulai Rabu hingga Kamis (21-22/6/2017) di Pelabuhan Bakauheni, sementara untuk masyarakat umum teras keliling BRI akan hadir di BRI unit Bakauheni pada Jumat hingga Sabtu (23-24/6/2017) di Jalan Lintas Sumatera KM 3 Bakauheni.

Hingga siang ini, Wella menyebut sudah ada ratusan pemudik yang menukarkan uang berbagai pecahan dengan jumlah uang yang ditukar mulai Rp200 ribu hingga Rp1 juta. Selain pemudik, sejumlah penukar uang pecahan kecil juga didominasi oleh para pedagang di wilayah Pelabuhan Bakauheni yang menukarkan pecahan uang kecil untuk kembalian.

“Prioritas penukaran uang pecahan kecil memang untuk para pemudik. Tetapi, menjelang siang sebagian pedagang juga kita layani untuk memperlancar pertukaran uang para pedagang asongan di pelabuhan,” terang Wella.

Salah satu pemudik, Tini, yang akan kembali ke kampung halamannya di Lampung dari Bandung Jawa Barat, mengaku merasa terbantu dengan adanya penyediaan penukaran uang pecahan kecil tersebut, karena saat berada di tempat kerja dirinya tidak menemukan lokasi penukaran uang.

Sebagai kebutuhan untuk lebaran, dirinya sengaja menukarkan uang pecahan Rp10.000 dan pecahan Rp20.000 untuk keluarga di kampung dengan jumlah uang ditukarkan sebesar Rp1 juta.

“Seperti tradisi tahun sebelumnya, saya memberikan uang untuk keponakan dengan uang baru agar mereka senang sekaligus hasil kerja saya selama di perantauan,” terang Tini.

Lokasi teras keliling BRI unit Penengahan yang ada tepat di terminal Bakauheni diakuinya memudahkan penumpang seusai turun dari kapal dan menunggu kendaraan bus, travel yang akan membawa penumpang pejalan kaki ke sejumlah kota tujuan di Pulau Sumatera.

Lihat juga...