SABTU, 29 APRIL 2017
LAMPUNG — Di seluruh Lampung Selatan, Herlina tergolong langka. Perempuan berusia 30 tahun ini berprofesi sebagai tukang ojek yang biasa didominasi Kaum Adam. Karena dia langka, maka dia dikenal luas khususnya di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni.
![]() |
| Herlina dengan Motor Matic miliknya dan bacaan buat anak-anak. |
Para ibu yang memiliki anak yang duduk di bangku PAUD, TK dan SD kerap meminta jasanya untuk antar jemput. Begitu juga Kaum Hawa yang sungkan menggunakan jasa ojek laki-laki.
Herlina menjadi tukang ojek wanita sejak 2010. Begitu memutuskan menekuni profesi ini ia langsung membagikan nomor ponselnya kepada para pelanggan yang ada di wilayah Kelawi. Berita dari mulut-kemulut membuat orangtua tunggal dari dua anak ini menjadi populer.
Tren syariah di berbagai bidang juga menguntungkan pencitraannya. Herlina praktis menjadi ojek Syari bagi kaum perempuan. Imbasnya ia dipercaya oleh para suami jika berpergian dengan Herlina.
“Selain karena banyak wanita di wilayah ini belum bisa naik kendaraan roda dua juga para wanita lebih nyaman saat mengojek dengan pengojeknya wanita dan lebih merasa aman,” ungkap Herlina saat ditemui Cendana News sesuai mengantarkan salah pelanggannya, Sabtu (29/4/2017)
Herlina kerap dipanggil pada pagi hari untuk mengantarkan ke pasar oleh kaum, biasa menggunakan ponsel. Jauh sebelum ada ojek online Herlina sudah melakukannya.
Jika tukang ojek laki laki memlih mangkal di sejumlah titik perhentian kendaraan atau pasar dan sekolah mencari pelanggan, tidak demikian dengan Herlina. Pelanggan yang datang kepadanya.
Tak mengherankan pelanggannya ada yang datang dari dusun lain, seperti Dusun Way Baka, Dusun Kubang Gajah, Dusun Bakauheni serta beberapa dusun di wilayah tersebut.
Herlina biasa bekerja sejak subuh. Bahkan dalam kondisi darurat, ia pernah mengantar orang sakit meski harus bangun tengah malam. Dia juga pernah mengantar pelanggannya ke Kecamatan lain dengan jarak ratusan kilometer.
Dia mengaku tidak mematok harga khusus untuk jasa ojek yang dilakukannya. Tapi kisaran tarifnya Rp10 ribu sekali jalan atau Rp15 ribu dan jarak terjauh ke kecamatan lain diakuinya dengan upah sekitar Rp60 ribu sekali jalan.
Bukan jarang Herlina menerima ongkos ala kadarnya dari mulai ongkos Rp2 ribu hingga Rp 5ribu terutama untuk anak anak sekolah.
Salah satu pelanggan tetap di Desa Kelawi, Tina (29) mengungkapkan sudah menjadi pelanggan ojek Herlina sejak dua tahun terakhir karena kerap menjemput anaknya di sekolah. Karena sudah biasa, ia mempercayakan penjemputan anaknya yang masih duduk di bangku PAUD kepada Herlina.
“Awalnya memang saya kerap meminta ojek laki laki namun kini dengan berlangganan ojek wanita, saya bisa lebih nyaman untuk meminta anak saya dijemput dari sekolah,” ungkap Tina.
Menjadi tukang ojek, Herlina tidak mengabaikan tugasnya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya yang duduk di bangku SD. Pada waktu tertentu ia mengantar anaknya dan menjeputnya dari sekolah. Boleh dibilang dia tergolong sebagai “super mom.”
Kesempatan tersebut diakuinya digunakan dengan menyediakan buku buku bacaan untuk dibaca anak anak sekolah dengan membawa jenis jenis buku bacaan khusus untuk anak anak.
“Kalau ada waktu saya sempatkan membawa puluhan buku sembari menunggu pelanggan karena koleksi buku buku yang saya bawa saat ini merupakan buku donasi dari orang yang saya bawa saat menjemput dan mengantar sekolah,” tuturnya.
Menggunakan kendaraan jenis matic membuat ia bisa membawa buku buku di bagian depan sekaligus ia bekerja sebagai tukang ojek wanita yang dikenal di wilayah Kecamatan Bakauheni. Sebagai tukang ojek wanita dengan sistem online ia menyediakan nomor khusus di nomor 082186093311 yang dipergunakan khusus untuk memenuhi permintaan akan ojek wanita.
Semenjak awal2017 Herlina mulai berkeliling membawa buku dan menukarkan buku buku yang sudah dibaca ke posko Tanah Air Pustaka Desa Kelawi yang dikelola oleh Nimas Riza dengan menyediakan ratusan buku agar anak anak tidak cepat bosan.
“Sembari mengojek saya ikut menularkan budaya literasi karena anak anak saat ini kekurangan buku buku bacaan bermutu sehingga bisa ikut membantu mereka menyiapkan buku bermutu,” cetus Herlina.
Ia menyebut selain mencari nafkah dengan menjalankan ojek wanita yang memiliki puluhan pelanggan ia juga memiliki niat untuk mencerdaskan generasi bangsa dengan menyediakan buku buku bacaan.
Meski dalam keterbatasan sebagai tukang ojek dengan penghasilan sekitar puluhan ribu per hari tak lantas membuatnya surut untuk berkeliling sembari membawa buku sembari menunggu pelanggan pengguna jasa ojek yang ditawarkannya.
![]() |
| Herlina bersiap mengantar Tina, pelanggannya. |
Jurnalis: Henk Wid/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Source: CendanaNews

