SABTU, 29 APRIL 2017
YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sejumlah penyandang tuna netra dari berbagai wilayah di DIY dan Jawa Tengah, berkumpul di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (29/4/2017). Mereka begitu antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan penggunaan buku E-Pub.
![]() |
| Sejumlah penyandang tuna netra saat mengikuti pelatihan penggunaan buku E-Pub. |
Dibimbing oleh sejumlah pelatih yang juga merupakan penyandang tuna netra, para penyandang tuna netra, baik muda maupun tua, begitu bersemangat berlatih menggunakan perangkat komputer jinjing bersuara maupun telepon genggam pintar (smartphone) untuk membaca buku, melalui sebuah perpustakaan online.
Kegiatan ini digelar oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), bekerjasama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dan Yayasan Mitra Netra, sebagai bentuk komitmen dalam upaya membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya para penyandang tuna netra.
Adapun Buku E-Pub, merupakan sebuah rekayasa teknologi yang dilakukan oleh Yayasan Mitra Netra untuk mempermudah tuna netra dalam mengakses buku, dan dirancang untuk bisa dibaca para penyandang tuna netra dengan memanfaatkan komputer bicara dan atau teIepon pintar yang dilengkapi perangkat lunak pembaca layar (voice over). Koleksi buku E-Pub ini telah dikompilasi dalam sebuah perpustakaan online yang dirancang dengan memperhatikan aksesibilitas bagi tuna netra dalam sebuah website, www.pustakamitranetra.web.id, yang dikelola oleh Yayasan Mitra Netra.
Salah seorang peserta asal Gunungkidul, Agus, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini, karena menilai sangat bermanfaat bagi penyandang tuna netra seperti dirinya. Selama ini, ia mengaku kesulitan membaca buku, karena sangat minim yang tersedia dalam bentuk huruf braille ataupun bentuk lain yang memungkinkannya dapat membaca. “Bagus, sangat membantu kita para tuna netra. Karena dengan E-Pub ini kita bisa membaca buku di rumah. Tak perlu ke gedung perpustakaan. Cukup dengan laptop,” katanya.
Ketua Umum Pertuni, Aria Indrawati, mengatakan hingga saat ini baru ada sekitar 500 judul buku yang diunggah dan dapat diakses para penyandang tuna netra di perpustakaan online Pustaka Mitra Netra. Hal itu karena panjangnya proses pengolahan buku manual menjadi buku E-Pub, yang biasa dibaca para penyandang tuna netra.
“Jadi, prosesnya itu buku manual harus ditulis ulang atau discan dulu dalam bentuk E-Pub, satu per satu. Kemudian setelah selesai, baru diunggah ke website perpustakaan online. Proses pengolahan ini butuh waktu panjang dan cukup lama,” katanya.
Aria berharap, ada bantuan para sukarelawan atau voluntir, baik mahasiswa, LSM maupun masyarakat umum, khususnya generasi muda, sehingga dapat membantu proses pengolahan buku manual menjadi buku E-Pub, agar semakin banyak buku-buku bacaan yang dapat diakses para penyandang tuna netra melalui perpustakaan online Pustaka Mitra Netra.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana
Source: CendanaNews
