RABU, 8 MARET 2017
MAUMERE — Belasan murid SDI Wairhubing Desa Watuliwung Kecamatan Kangae terpaksa dilarikan ke Puskesmas akibat mengalami mual dan muntah-muntah usai mengkonsumsi obat Eritromisin yang dibagikan oleh pihak kecamatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sikka.
| Murid SDI Wairhubing yang dirawat di puskesmas Waipare |
Dokter Puksesmas Waipare, dr.Herlin Hutauruk yang ditemui Cendana News mengatakan, anak-anak sekolah tersebut mengalami mual dan muntah-muntah usai mengkonsumsi obat Eritromisin yang dibagikan saat kegiatan minum obat secara massal.
Dikatakan Dokter Herlin, kejadian ini merupakan efek samping dari mengkonsumsi obat tersebut dan kemungkinan besar anak-anak murid yang terkena efek ini belum makan saat pagi hari sebelum minum obat ini.
“Ini kejadian ikutan setelah mengkonsumsi obat Frambusia yang dibagikan secara massal pagi tadi di dua sekoalh yang ada di Kangae,”ujarnya di puskesmas Waipare, Rabu (8/3/2017).
Namanya mengkonsumsi obat, terang Herlin, harus ada reaksi dan setiap orang memilik reaksi yang berbeda-beda dan yang paling banyak kejadian ikutannya yakni mual, lemas dan muntah-muntah.
“Supaya masyarakat juga aman dan tenang maka anak-anak kami bawa ke Puskesmas meskipun setelah diberi makan dan ditangani, mereka sudah bisa kembali ke rumah,” ungkapnya.
Yohana Hilda, murid kelas tiga SDI Wairhubing kepada Cendana News mengaku sebelum mengkonsumsi obat yang dibagikan di sekolah dirinya belum makan pagi sehingga merasa pusing dan ingin muntah.
Hal senada juga disampaikan Getrudis Lastriana dan Maria Yunita Paoh, murid kelas lima yang ditemui terbaring di tempat tidur. Keduanya mengaku usai mengkonsumis obat perut terasa sakit, kepala jadi pusing dan muntah-muntah.
“Tapi sekarang sudah baik lagi setelah diberi makan nasi dan minum air oleh perawat di Puskesmas ini,” tutur Getrudis.
Disaksikan Cendana News, para murid dibaringkan di selasar Puskesmas dan juga di ruang-ruang perawatan dan dicek kesehatannya. Usai diperiksa semuanya diberi makanan yang dibeli pihak Puskesmas dan Kecamatan.
| Murid yang sudah sembuh melihat kondisi teman lainnya yang masih terbaring di kasur |
Sekitar satu jam kemudian hampir semua anak yang dirawat tersebut sudah mulai turun dari tempat tidur dan bermain bersama teman-temannya yang juga ikut dirawat.
Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary