SELASA, 14 MARET 2017
JAKARTA — Dzikir dan Sholawat untuk Negeri dalam rangka memperingati 51 tahun Supersemar di Masjid At-Tin, komplek Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, sedemikian berkesan bagi keluarga besar Presiden Kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM. Soeharto.
| Titiek Soeharto |
Ratusan ribu umat Islam berdatangan dari berbagai daerah, mendoakan ‘Sang Pengemban Supersemar’, sekaligus bersama-sama munajat demi kejayaan bangsa. Tak pelak, Titiek Soeharto pun dalam akun facebook pribadinya menyatakan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang hadir dalam acara tersebut.
“Kepada para Sahabat dan Saudara-saudaraku, kaum Muslimin yang dimuliakan Allah. Terimakasih yang sebesar-besarnya telah meringankan langkah hadir ke Masjid At-Tin, memenuhi undangan kami dalam acara ‘Dzikir dan Sholawat untuk Negeri’. Kami sangat terharu dan bersyukur, begitu banyak, sampai ratusan ribu umat Islam yang hadir. Terimakasih untuk doa-doa yang dipanjatkan untuk kedua orangtua kami, almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien. Semoga amal ibadah Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua mendapat ganjaran pahala 700 kali lipat dari Allah SWT. Dan, semoga semua doa yang dipanjatkan dikabulkan Allah SWT. Kami mohon ma’af, apabila masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan acara peringatan 51 tahun Supersemar, tanggal 11 Maret 2017, yang lalu,”demikian tulis Titiek Soeharto.
Gelar Dzikir dan Sholawat untuk Negeri, memperingati 51 tahun Supersemar berlangsung pada Sabtu, 11 Maret 2017. Sejumlah ulama besar tanah air, hadir, antara lain KH Abdullah Gymanstiar (Aa’ Gym), KH Arifin Ilham, Habieb Riziq Shihab serta Habib Syech Assegaf, yang memimpin sholawat di Masjid At-Tin tersebut.
Sejumlah tokoh nasional pun hadir dalam acara tersebut, antara lain Prabowo Subianto, Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, Akbar Tandjung, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Djarot Saiful Hidayat. Tentu saja, juga keluarga besar Cendana lainnya, Hutomo Mandala Putra, Siti Hardijanti Rukmana, Siti Hutami Endang Adiningsih.
Dalam sambutannya pada acara tersebut, Titiek Soeharto berharap, semoga dengan digelarnya dzikir dan sholawat untuk negeri itu Indonesia bisa terhindar dari malapateka. Dan, semoga rakyat Indonesia bisa segera terangkat dari kemiskinan dan kebodohan, sebagaimana cita-cita mendiang Pak Harto.
Jurnalis : Koko Triarko / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw