Sambal Hijau, Teman Santap Tekwan Ikan Tenggiri Khas Lampung

MINGGU, 19 MARET 2017

LAMPUNG — Salah-satu makanan berbahan dasar ikan, sesuai potensi yang ada di wilayah pesisir Kalianda, Lampung Selatan, adalah tekwan. Makanan ini disajikan dalam bentuk sup dan sangat nikmat disantap pada malam hari yang dingin, atau bahkan saat siang hari yang panas.

Tekwan dengan campuran mentimun

Tekwan disajikan sebagai sup. Berbahan dasar ikan, yang pada umumnya jenis ikan tenggiri dan sagu, yang diadon dan dibentuk bulatan tak beraturan kecil-kecil dan disiram kuah udang saat penyajian. Rasa khas dan unik akan terasa saat tekwan disajikan dalam sebuah mangkuk, dilengkapi sambal pedas cabai hijau yang matang.

Salah-satu tempat penyedia menu tekwan ada di bilangan Pasar Inpres Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kerap dipanggil Ibu Ana (45), wanita penjual tekwan di Pasar Inpres itu sejak pukul 09.00 WIB telah membuka warungnya. Selain tekwan, menu mpek mpek juga disiapkan lengkap dengan bihun putih, bumbu irisan daun bawang dan tak lupa mentimun yang dicacah sebagai penambah kenikmatan saat menyantap tekwan maupun mpek mpek.

“Sejak pagi hingga siang, saya jualan di sini bersama anak. Anak jualan es campur di sebelah, sementara kalau sore anak saya juga jualan di lokasi wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda, karena sajian tekwan dan mpek mpek banyak diminati masyarakat,” ungkap Ana, sembari meracik pesanan mpek mpek yang dipesan oleh pelanggannya, Minggu (19/3/2017).

Ana, penjual tekwan di Pasar Inpres Kalianda

Ana terlihat cekatan melayani setiap pesanan pembeli yang berniat menyantap mpek mpek atau tekwan yang dijualnya di depan beberapa toko emas yang ada di Pasar Inpres Kalianda tersebut. Berjualan tekwan yang menyerupai bakso dan harus dikukus tersebut, menurut Ana, persis seperti berjualan bakso dengan menyediakan sebuah dandang khusus yang juga berfungsi untuk memanaskan kuah.

Saat pelanggan memesan tekwan, bahan-bahan disiapkan. Mula-mula bihun putih yang telah dimatangkan secukupnya dalam sebuah mangkuk. Sementara sebanyak 7 buah tekwan yang telah dikukus dimasukkan dalam mangkuk, ditambah taburan daun seledri, daun bawang serta irisan mentimun dan ditaburi kecap bagi yang menyukai rasa manis. Selanjutnya kuah panas disiramkan dari dandang khusus yang dipanaskan menggunakan bahan bakar gas elpiji.

Ana mengaku, bahan dasar tepung sagu dan ikan cukup mudah diperoleh di sekitar Kalianda yang dekat dengan tempat pelelangan ikan. Untuk membuat tekwan tersebut, ia sengaja memilih jenis ikan tengiri yang memiliki cita rasa khas, dan kuah disediakan jenis udang windu dan campuran ebi yang dimasak dalam kuah, sehingga cita rasa kuah sangat terasa.

Tekwan dengan sambal cabai hijau yang pedas

Tambahan sambal cabai sengaja dipilih jenis cabai hijau yang sudah dimasak dan dilembutkan, sehingga bisa ditambahkan sesuai selera. Sebuah mangkuk besar khusus untuk cabai telah disiapkan dan selalu diganti dengan cabai yang baru saat berjualan pada hari berikutnya. “Kalau penikmat tekwan atau mpek mpek, rata-rata menggunakan sambal hijau ini. Sesuai selera, kalau kurang bisa ditambah, karena sudah saya siapkan dalam mangkuk khusus,” ungkap Ana, yang sudah berjualan bertahun-tahun di dekat area Terminal Pasar Inpres Kalianda tersebut.

Ana juga mengatakan, berjualan tekwan, biasanya selalu bersamaan dengan berjualan mpek mpek. Di mana ada mpek mpek, di situ ada tekwan. Bahkan seperti menjadi pasangan yang ideal. Pelanggan yang membeli di antaranya anak-anak sekolah, pedagang di pasar atau mahasiswa yang menunggu kendaraan di terminal tersebut.

Satu porsi tekwan yang dijual kepada pembeli dijual seharga Rp7.000 per porsi, mpek mpek lenjer Rp8.000 dan mpek mpek model seharga Rp10.000, baik digoreng maupun hanya direbus.

Berbeda dengan Ana yang berjualan tekwan dengan gerobak dorong, penjual tekwan lain di Kecamatan Penengahan di Waroeng Bombom milik Maestro Aristoteles (26), menyajikan menu tradisional seperti cilok, siomay, batagor, mpek mpek, otak otak dan tekwan. Sama halnya dengan penjual tekwan lain, bahan tepung sagu dan ikan tenggiri masih menjadi bahan utama, meski pada tekwan yang dijual Maestro, ada tambahan irisan bengkuang.

Maestro Aristoteles, penjual tekwan di Dermaga Bom Kalianda

Menurut Maestro, tekwan yang dibuat dengan tepung sagu dan ikan tenggiri tersebut selalu nikmat disajikan dalam kondisi hangat dan disediakan dengan sambal hijau yang cukup menguggah selera. Memenuhi hasrat konsumen yang mengingingkan rasa pedas sempurna, pemesan tekwan bisa menggunakan sambal yang sudah jadi di dalam botol khusus, atau meminta untuk digeruskan beberapa buah cabai rawit mentah dan diletakkan dalam mangkuk khusus. “Bedanya sambal untuk tekwan itu berupa sambal hijau, karena lebih terasa nikmat dan dijamin langsung berkeringat saat memakan tekwan,” ungkap pemilik warung di Jalan Lintas Sumatera tersebut.

Satu porsi tekwan yang ditawarkan dengan harga Rp8.000 satu porsi tersebut, semakin terasa nikmat dengan adanya tambahan suwiran jamur kuping berwarna coklat. Selain kuah yang sudah bercita rasa khas udang, di Waroeng Bombom, citarasa khas udang ditambahkan dengan taburan udang yang dihaluskan, sehingga citarasa khas udang dan hidangan bernuansa khas ikan laut tersebut semakin kental terasa.

Salah-satu penikmat tekwan di Waroeng Bombom, Venta, mengaku kerap membeli untuk dibawa pulang, karena selain bisa menikmati tekwan dengan kerupuk udang, ia bisa menikmati tekwan tersebut bersama keluarganya di rumah. Selain cukup mengenyangkan, ras sup segar yang terbuat dari kuah udang bahkan bisa digunakan untuk teman makan nasi dan atau disantap langsung tanpa nasi. Saat badan tidak fit, tekwan bahkan menjadi pilihan makanan sup yang bisa digunakan untuk menggugah selera.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Lihat juga...