MATARAM — Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membantah pernah mengeluarkan statemen kalau salah satu ginjal Sri Rabitah (25), TKW asal Dusun Lokok Are, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak ada setelah melakukan pemeriksaan di RSUD NTB pada 21 Februari 2017 lalu. Pasca dipulangkan dari negara Qatar, tempatnya dipekerjakan.
![]() |
| Dokter Spesialis Urologi RSUD NTB, Suharjendo. |
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri bersama sejumlah dokter Radiologi, Unrologi dan manajemen RSUD NTB menjawab tudingan sejumlah kalangan terhadap RSUD NTB yang dinilai tidak profesional di Mataram, Kamis (2/3/2017).
“Tidak benar kalau tim dokter yang memeriksa Sri Rabitah mengatakan, kalau salah satu ginjal Sri tidak ada. Seluruh dokter yang melakukan pemeriksaan pada waktu itu, kedua ginjal Sri masih ada. Tapi kok bisa belakangan ada isu, kami pernah mengeluarkan statemen salah satu ginjalnya tidak ada. Itu jelas tidak benar,” jelas Hamzi.
Ia menegaskan, seluruh dokter telah disumpah dan tidak mungkin akan menyampaikan informasi bohong, karena itulah manajemen RSUD ingin memberikan keterangan sebenarnya dalam persoalan yang sempat menyita perhatian publik beberapa hari terakhir.
Dokter Spesialis Urologi, Suharjendo, yang memeriksa mengaku heran dengan pernyataan pasien yang mengatakan ginjalnya sudah tidak ada satu.
“Saya heran kok bisa dia bilang tidak ada ginjal, kami dari awal konsisten tidak ada kata-kata tersebut,” kata dia.
Dia menambahkan, hasil pemeriksaan CT-Scan menunjukkan ginjal sebelah kanan masih bagus dan tidak mengalami kerusakan.
Menurut Suharjendo, persoalan yang membelit Sri ialah adanya sumbatan dari ginjal ke saluran kemih akibat adanya selang yang belum dilepas. Jika bicara prosedur, seharusnya usai operasi penanaman selang, paling lama dicabut maksimal tiga bulan setelahnya.
Prosesi penanaman selang, ia duga juga tidak melalui operasi terbuka, melainkan menggunakan alat dimasukkan melalui alat kelamin pasien. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya bekas luka hasil dari operasi terbuka.
“Ini (pengangkatan selang –redaksi) kenapa sudah lama sekali, akibat ada benda asing terlalu lama menjadi kerak dan keras,” tegasnya.
Dokter Spesialis Radiologi RSUD NTB, Dewi Anjarwati, juga menegaskan isu yang beredar mengenai indikasi ginjal Sri ditukar dengan ibu majikannya di Qatar yang sedang sakit merupakan tidak benar.
“Isu tukar ginjal dengan yang lebih jelek itu mustahil. Saya katakan tidak ada” ucap Dewi.
Ia memastikan, ginjal yang berada dalam tubuh Sri ialah ginjal asli. Jika memang benar ginjalnya ditukar, dia katakan pasti ada bekas luka hasil operasi terbuka meski menggunakan teknologi paling canggih sekalipun.
Operasi penukaran ginjal dalam kasus ini merupakan hal yang sukar dipercaya. Terlebih dengan biaya yang terbilang mahal.
“Tidak ada operasi dan pengambilan ginjal kanan apalagi ditukar, saya jamin tidak mungkin. Alat secanggih apa pun pasti ada bekasnya,” katanya.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi