SENIN, 6 MARET 2017
CIAMIS — Dari 61 negara yang disurvei, ternyata Indonesia masih menempati urutan ke-60 perihal kebiasaan membaca. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pun menggenjot sekolah, agar menggalakkan program baca yang mampu mendorong siswa untuk gemar membaca yang merupakan gerbang pengetahuan.
![]() |
| Sejumlah siswa tampak antusias membaca buku di Pojok Baca. |
Agar siswa tertarik membaca, sekolah perlu melakukan berbagai inovasi yang merangsang siswa merasa nyaman membaca di sekolah. Salah-satunya seperti yang dilakukan SD Negeri 1 Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dengan mendirikan Pojok Baca.
Pojok baca adalah sarana yang dibangun sekolah untuk mendukung program wajib baca yang diadakan setiap hari, 10 menit sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. “Usai mendapatkan hibah buku bacaan, koleksi buku bacaan di perpustakaan bertambah. Kami pun berinisiatif untuk membuat pojok baca yang memungkinkan siswa merasa nyaman membaca buku,” kata salah seorang guru SDN 1 Pamarican, Ajat Sudrajat, S.Pd., saat ditemui di sekolahnya, Senin (6/3/2017).
SDN 1 Pamarican berada di wilayah kaki Gunung Geger Bentang yang sejuk. Jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk jalan raya, sehingga menginspirasi sekolah untuk mendirikan pojok baca. “Rupanya keberadaan pojok baca menginspirasi siswa untuk sering membaca di luar jam wajib baca. Apalagi, pojok baca berada di area sekolah sehingga siswa dapat memanfaatkannya usai jam pelajaran atau di sela-sela pembelajaran,” tambah Ajat.
Pojok baca dibangun dengan swadana sekolah setelah melihat antusiasme siswa yang tinggi dalam membaca. “Pojok baca kami bangun dengan sederhana dan menggunakan konsep lesehan. Untuk kebutuhan buku-buku, kami sudah siapkan koleksi buku dalam box. Siswa dapat memilih buku bacaan yang digemarinya dalam box buku yang telah disediakan,” jelasnya.
Pojok baca menjadi sarana siswa agar dapat tetap membaca, walaupun sekolah tersebut belum memiliki bangunan perpustakaan yang permanen dan bagus. Sementara itu, salah seorang guru dan pengelola perpustakaan, Lia Nurhayato, berpendapat, minat siswa untuk membaca begitu tinggi setelah adanya pojok baca. “Sengaja pojok baca kami bangun dengan nyaman, walaupun karena kami belum memiliki bangunan perpustakaan sekolah. Adanya pojok baca memungkinkan siswa untuk tetap membaca dengan koleksi buku dalam box,” ujarnya.
Lia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, untuk segera memberikan bantuan ruang Perpustakaan yang baik dan permanen, apalagi sekolah ini berada di Pusat Kota Kecamatan Pamarican. Dengan adanya bangunan perpustakaan yang permanen, diharapkan dapat lebih giat lagi mendorong minat baca siswa di sekolah ini.
Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi