BALIKPAPAN—Seiring perkembangan dan pencapaian inflasi pada awal 2017, diperkirakan pencapaian inflasi kota Balikpapan tahun ini akan menghadapi beberapa tantangan. Tantangan itu yakni kebijakan kenaikan tarif listrik, banjir yang terjadi di sentra produksi dan persoalan tata niaga.
![]() |
| Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani. |
Tekanan inflasi itu di antaranya kebijakan kenaikan tarif listrik tahap II dan III yang diperkirakan terjadi pada bulan Maret dan Mei 2017, banjir dibeberapa sentra produksi yang diperkirakan akan menganggu panen dan permasalahan tata niaga khususnya untuk komoditas pangan umum.
“Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pencapaian inflasi 2017 karena beberapa faktor yang akan menyumbang tekanan inflasi,” ucapnya Rabu, (1/3/2017).
Dia menjelaskan dengan beberapa tantangan ke depan itu Bank Indonesia akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipatif dan program inovatif, agar target inflasi Balikpapan pada tahun ini dapat kembali menyasar pada kisaran 5% plus minus 1.
“Target inflasi Balikpapan tahun ini dapat kembali menyasaf dikisaran 5% plus minus 1,” sebut Suharman.
Sementara itu, pada Februari 2017 Kota Balikpapan tercatat deflasi 0,26% didorong penurunan harga dari kelompok volatile food yang mencatat andil deflasi bulanan sebesar -5,56%. Meskipun terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan pada komoditas cabai rawit.
Selanjutnya kelompok administered prices memberi andil inflasi sebesar 0,13% terutama berasal dari kenaikan tarif listrik. Sedangkan secara tahunan, inflasi indeks harga konsumen tercatat sebesar 4,68% (yoy).
“Secara umum penyebab utama deflasi bulan Februari adalah dari penurunan harga beberapa komoditas makanan seperti daging ayam ras, ikan layang dan ikan tongkol. Sementara yang menjadi penyumbang inflasi Februari 2017 adalah cabe rawit, tarif listrik, tarif pulsa dan sewa rumah,” tutup Suharman.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Fery Cahyanti