Banjir di Waidoko Selalu Terjadi, DPRD Pertanyakan Langkah Pemerintah

JUMAT, 10 MARET 2017

MAUMERE — Banjir yang selalu terjadi di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, bukan saja saat adanya hujan lebat yang berlangsung lama, tetapi juga saat hujan selama 3 jam saja, maka daerah Waidoko yang berada persis di jalan negara trans utara Flores, selalu tergenang air dan rumah warga pun ikut terendam.

Perumahan warga dan jalan negara trans Flores di Waidoko yang selalu tergenang banjir.

Ketua Komisi III DPRD Sikka, Alfridus Aeng, saat rapat bersama Dinas Sosial Kabupaten Sikka dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Jumat (10/3/2017), pun mempertanyakan hal ini.

“Banjir di Waidoko selalu terjadi setiap tahun dan kalau hujan selama 3 jam saja pasti terjadi banjir. Genangan air menutupi jalan negara dan mengakibatkan kemacetan, masalahnya di mana?” tanya Alfridus.

Ditambahkan Alfridus, pemerintah harus mencari solusi dan segera diselesaikan sehingga tidak terjadi banjir terus-menerus dan merugikan masyarakat serta membuat repot pemerintah juga,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, Drs. Muhamad Daeng Bakir, dalam kesempatan rapat tersebut menjelaskan, banjir terjadi akibat tidak berfungsinya saluran air atau drainase di daerah tersebut. Akibat dipenuhi sampah serta tanah dan pihaknya bersama Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka sudah melakukan pembersihan drainase.

Selain itu, lanjut Daeng Bakir, ada drainase yang selama ini ada sudah tertutup bangunan gedung milik pengusaha sehingga saat ada kegiatan bakti sosial Februari 2017 alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum pun sudah membongkarnya sehingga air bisa mengalir ke laut.

“Untuk sementara waktu, kami telah melakukan pembersihan drainase di lokasi tersebut sehingga saat hujan air akan bisa lancar mengalir,” terangnya.

Sementara, untuk penanganan jangka panjang, terang Daeng Bakir, Bupati Sikka saat berbicara di hadapan warga di lokasi banjir mengatakan, akan melakukan pembangunan saluran drainase di bagian atas pemukiman warga.

Dengan begitu, sambungnya, air dari perbukitan di bagian atas pemukiman warga akan dibuang melalui saluran ke bagian timur dan masuk ke kali Waidoko. Begitu juga ke bagian barat akan dialirkan ke kali mati di sana sehingga saat hujan hanya air di pemukiman saja yang mengalir di saluran yang ada di pemukiman tersebut sehingga debitnya sedikit saja dan tidak menyebabkan banjir.

Ketua Komisi III DPRD Sikka, Alfridus Aeng, SH.

“Pak Bupati katakan akan dianggarkan dalam perubahan APBD 2017. Anggaran perbaikan jalan akan diganti dengan pembangunan drainase tersebut,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...