1.900 Rumah di Sikka Rusak Akibat Bencana

JUMAT, 10 MARET 2017

MAUMERE — Terjadinya bencana angin kencang, abrasi pantai, banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Sikka sejak Desember 2016 hingga Februari 2017 menyebabkan 1.900 rumah yang terdapat di 21 kecamatan di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan.

Pohon tumbang akibat angin kencang yang menghancurkan bangunan di Perumnas Maumere.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sikka, Drs. Muhamad Daeng Bakir, saat ditemui Cendana News, di gedung DPRD Sikka, Jumat (10/3/2017), sore, sebelum rapat bersama Komisi III DPRD Sikka.

Dikatakan Daeng Bakir, selain rumah, kerusakan juga terjadi pada 526 bangunan dapur, 14 kios, 9 rumah ibadah, 26  sekolah, 8 pos pelayanan terpadu atau posyandu, 8 fasilitas umum lainnya seperti cross way dan saluran irigasi serta mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

“Kami rekap berdasarkan kejadian baik ketika Desember 2016, Januari 2017 dan Februari 2017  dan yang sudah mendapatkan bantuan dana tanggap darurat sudah direalisasikan untuk bencana pada Desember dan Januari,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan, jelas Daeng Bakir, berupa barang kebutuhan pokok seperti beras, mie, makanan kaleng,terpal, kasur dan perlengkapan dapur dan lainnya. Selain itu, dana yang sudah cair dipakai untuk membayar hutang nasi bungkus yang dibagikan kepada masyarakat saat banjir.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Moni Eni Lusia Laka, SH, kepada Cendana News di saat yang sama menjelaskan, jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 804 unit sementara yang mengalami rusak ringan sebanyak  624 unit.

Selain itu, lanjut Eni, sapaannya, jumlah yang sudah mendapatkan bantuan sebanyak 816 kepala keluarga sekitar 4.080 jiwa,  sementara jumlah yang belum mendapatkan bantuan 709 kepala keluarga atau sekitar 3.225 jiwa.

“Kami sudah melakukan penanganan tanggap darurat, meliputi kegiatan pembersihan lokasi dan jalan di dalam Kota Maumere yang tertutup akibat pohon tumbang dan penyaluran bantuan bahan makanan, terpal, kasur, dan lainnya,” ungkapnya.

Kepala BPBD Sikka, Drs. Muhamad Daeng Bakir (kiri) bersama sekretaris BPBD Sikka, Bari Fernandes.

Masih terdapatnya kepala keluarga yang belum mendapat bantuan,  lanjut Eni, yakni karena kurangnya kendaraan roda empat. Kantornya hanya memiliki satu kendaraan roda empat saja serta sulitnya akses jalan menuju lokasi bencana.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...