Subiakto Tjakrawerdaja: Tujuan Damandiri Menyejahterakan Indonesia Secara Bermartabat

SELASA, 21 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Era kepemimpinan Dr. (HC) Subiakto Tjakrawerdaja di Yayasan Damandiri sekarang adalah melanjutkan program pemberdayaan masyarakat dari pengurus sebelumnya, dan menyempurnakannya demi mencapai tujuan sebenarnya dari pendirian Yayasan Damandiri, yaitu menyejahterakan Indonesia.

Subiakto Tjakrawerdaja, Ketua Yayasan Damandiri

Menyejahterakan Indonesia itu dengan mengentaskan kemiskinan, dan entry point ke tahap tersebut adalah bantuan permodalan bagi keluarga-keluarga miskin. Masyarakat diarahkan untuk mencapai kesejahteraan dengan berkelompok. Pertimbangannya, dengan skala ekonomi masyarakat yang terlalu kecil adalah sulit bagi mereka untuk berkembang, jika tidak berkelompok.

Koperasi bisa menjadi andalan masyarakat untuk mengangkat taraf hidupnya secara berkelompok. Semakin kuat sebuah koperasi, semakin bisa mengangkat masing-masing kelompok. “Masyarakat miskin tidak bisa bersaing head to head dalam iklim globalisasi saat ini. Karena itu, mereka kami arahkan membentuk kelompok dengan Koperasi sebagai kekuatannya,” sebut Subiakto Tjakrawerdaja, kepada Cendana News, di Granadi, Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), menjadi kesempurnaan seluruh program pemberdayaan yang dimiliki Yayasan Damandiri. Tabur Puja memberi pelaku usaha mikro, yakni rakyat kecil untuk mengambil nafas sesaat sebelum masuk ke dalam persaingan. Mereka disatukan di dalam kelompok-kelompok Tanggung Renteng berjumlah 25 orang, yang dimpimpin seorang Penanggung Jawab (PJ) di bawah pengawasan pengurus Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) dalam wilayah tertentu. “Bagaimana orang miskin itu bisa sejahtera dan mandiri, itulah tujuan Damandiri dengan meluncurkan Tabur Puja,” sambung Subiakto Tjakrawerdaja.

Pembangunan dengan tujuan mengentaskan kemiskinan itu, bukan bagaimana seseorang bisa memiliki sesuatu secara berlebih atau dengan kata lain menjadikan seseorang kaya raya, tetapi membuat seseorang lebih berdaya-guna untuk diri, keluarga dan masyarakat sekitarnya. Masyarakat harus sejahtera dalam kemandirian secara jasmani dan rohani.

Masyarakat harus diberdayakan untuk menggali setiap potensi usaha mikro yang ada, dengan bantuan modal usaha bunga ringan 1,5 persen dari Tabur Puja. Jika terus dibimbing lalu diarahkan dengan benar, selain tumbuh menjadi pengusaha sukses secara jasmaniah, juga tumbuh menjadi komunitas sejahtera secara rohaniah. Bahwa masyarakat tidak lagi menengadahkan tangannya untuk menjadi sejahtera, tapi berusaha dengan kemampuan yang dimiliki menuju sejahtera. Itulah filosofi Damandiri yang coba diretas Tabur Puja di setiap Posdaya binaan Yayasan Damandiri.

“Damandiri bertekad membentuk masyarakat Indonesia yang sejahtera sekaligus bermartabat. Setiap orang bisa menjadi sejahtera dengan selalu meminta bantuan atau menengadahkan tangan kepada orang lain, tetapi apakah itu bermartabat? Tentunya, sama sekali tidak bermartabat,” tegas Subiakto.

Kembali ia melanjutkan, dengan langkah-langkah nyata yang diambil Damandiri sekarang ini, turut pula membangkitkan peran dan fungsi Koperasi di tengah masyarakat. Sehingga, ke depan akan terbentuk masyarakat sejahtera bermartabat yang berkoperasi secara berkelompok.

“Suatu saat, baik di kota maupun desa, masyarakat tidak lagi butuh bantuan dana seperti BOS, Dana Tunai Pendidikan, Dana Tunai Kesehatan, bahkan bantuan subsidi Asuransi Jiwa. Tapi, masyarakat memenuhi kebutuhannya sendiri secara bermartabat di topang Koperasi yang kuat di belakangnya,” pungkas Subiakto, yang merupakan Menteri Koperasi di era pemerintahan Presiden kedua RI, H.M. Soeharto.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...