SELASA, 21 FEBRUARI 2017
LAMPUNG — Puluhan warga Dusun Purwosari, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mengungsi akibat banjir yang merendam perumahan di bantaran Sungai Kali Asin yang meluap pasca hujan deras melanda wilayah Lampung Selatan sejak Senin malam (20/2/2017) hingga Selasa siang (21/2/2017), mengakibatkan sekitar 8 rumah terendam dengan sekitar 31 jiwa yang terdampak banjir luapan Sungai Kali Asin tersebut.
![]() |
| Warga yang rumahnya kebanjiran. |
Salah satu warga Dusun Purwosari, Suminem (56) mengaku, banjir yang merendam rumahnya merupakan banjir yang cukup besar selama lima tahun terakhir yang sebelumnya belum pernah terjadi sebelumnya. Sungai Kali Asin yang berjarak hanya sekitar 10 meter dengan perumahan warga menjadi penyebab banjir masuk hingga ke perumahan warga yang sebagian besar masih terbuat dari geribik dan papan kayu tersebut. Suminem bahkan mengaku masih belum bisa mengeluarkan air dari dalam rumah karena ketinggian air belum menyusut hingga sore hari.
“Saat ini kami masih menunggu air surut sementara tadi kami sempat dikunjungi oleh pejabat dari kabupaten dan kecamatan. Namun belum ada bantuan berupa tenda atau makanan untuk kami di sini. Tadi ada yang diberi uang tunai. Tapi saya justru yang rumahnya terendam parah tidak memperoleh bantuan,” ungkap Suminem saat ditemui di depan rumahnya di Dusun Purwosari, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Selasa (21/2/2017).
Suminem mengaku, sementara tidak bisa melakukan aktivitas memasak dan kegiatan lain akibat sumur miliknya diterjang banjir dan air sungai bercampur lumpur masuk ke dalam rumah. Sementara sebagian warga masih bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang yang ada di dalam rumah. Warga juga khawatir dengan adanya banjir susulan. Mengingat kejadian hujan dominan terjadi saat malam hari dan sebagian warga sudah tertidur sehingga untuk menghindari bahaya diterjang banjir susulan warga memilih mengungsi ke tempat yang aman.
![]() |
| Anak-anak bermain air di tengah banjir. |
Selain merendam rumah warga, banjir di wilayah Desa Pematang Pasir juga merendam ratusan hektar sawah milik petani serta kolam ikan dan tambak yang berada tak jauh dari sungai. Beberapa pemilik tambak udang jenis vaname dan ikan bandeng bahkan terpaksa harus merugi akibat udang yang ditebar terkena limpasan air banjir Sungai Kali Asin. Pemilik tambak mengaku, kejadian banjir yang datang saat malam hari membuat warga tidak sempat membuat tanggul penangkis dari karung berisi pasir dan batu.
“Saya tidak sempat membuat tanggul sementara sehingga udang yang ada di tambak terbawa arus banjir, padahal sebentar lagi panen di tambak saya,” ungkap Ngadino pemilik sekitar beberapa petak.
Ia mengaku khusus untuk udang yang ditebar sebanyak 10.000 ekor dengan umur sekitar satu bulan setengah sementara untuk jenis ikan bandeng dirinya mengaku kehilangan sekitar 3.000 ekor. Akibat limpasan banjir yang merusak lahan kolam dan tambaknya ia mengaku merugi puluhan juta rupiah karena belum sempat memanen ikan dan udang di tambaknya.
![]() |
| Rumah Suminem yang terendam banjir. |
Terkait peristiwa banjir yang melanda warganya, pelaksana tugas Kepala Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Bambang, mengungkapkan, banjir akibat luapan sungai tersebut hingga siang belum surut bahkan di beberapa rumah masih terendam air dengan ketinggian pinggang orang dewasa pada beberapa bagian, sementara di beberapa bagian sudah mulai surut. Sebagian warga berdasarkan pantauan Cendana News terpaksa mengungsikan barang-barang miliknya. Terutama barang-barang elektronik serta barang-barang lain yang harus diselamatkan. Selain barang-barang berharga beberapa ekor ternak warga di antaranya sapi dan kerbau terpaksa diungsikan ke tanggul di dekat perumahan warga.
“Sementara warga mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terkena banjir dan menitipkan barang-barang ke lokasi yang aman dan akan dibawa kembali saat air sudah surut,” ungkap Bambang.
Berdasarkan data yang dikumpulkan sebanyak 9 Kepala Keluarga yang rumahnya terendam di Dusun Purwosari, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, warga yang rumahnya terendam di antaranya Kisril, Mbah Wir, Mursyid, Soim, Abdul Rejo, Ngadino, Tarmin, dan Supardi. Delapan rumah yang terendam tersebut menjadi tempat tinggal sebanyak 31 jiwa di antaranya orang dewasa dan anak anak.
![]() |
| Sapi diungsikan di atas tanggul. |
Jelang sore, pantauan Cendana News, mendung disertai gerimis rintik-rintik masih terus melanda sebagian wilayah Lampung Selatan dan beberapa warga khawatir hujan deras yang akan turun berpotensi menimbulkan banjir susulan. Selain mengharapkan bantuan tenda serta konsumsi, warga berharap diberi bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari sembari menunggu air surut. Selain itu, warga mengharapkan ada petugas keamanan yang melakukan patroli untuk menjaga perumahan warga yang sebagian masih terdapat barang-barang berharga yang belum diselamatkan.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi


