SELASA, 28 FEBRUARI 2017
BALIKPAPAN — Kepala SAR Balikpapan, Mujiono, menyatakan, kasus kecelakaan pelayaran, yakni laut dan sungai sepanjang 2016 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kaltimra, pihaknya mencatat ada kenaikan sekitar 20 persen di 2016.
![]() |
| Simulasi Tim Basarnas Balikpapan melakukan pertolongan kepada korban kecelakaan darat di Lapangan Asrama Haji Balikpapan, |
Kepala SAR Kota Balikpapan, Mujiono, mengungkapkan, bencana kecelakaan laut harus diwaspadai, karena tahun lalu mengalami peningkatan. Dan, untuk Kota Balikpapan, bencana yang diwaspadai ada banjir, sehingga kesiap-siagaan terhadap bencana air harus lebih ditingkatkan lagi. “Tantangannya ke depan kasus kecelakaan laut meningkat, sehingga kesiap-siagaan dan penanggulangan dari Tim SAR dan tim lainnya harus ditingkatkan dalam memberikan pertolongan,” ucapnya, di sela kegiatan peringatan HUT Ke-45 Basarnas di Lapangan Asrama Haji Balikpapan, Selasa (28/2/2017).
Ia menjelaskan, tahun ini akan ada pengadaan helikopter oleh Badan SAR, namun untuk wilayah Kaltimra termasuk Kalimantan belum kebagian transportasi udara ini. “Masih diplot keberadaan, tapi kita datangkan dari Atang Sanjaya, bila ada penanggulangan bencana. Untuk Kalimantan belum ada,” sebutnya.
Kendati demikian, Mujiono menjelaskan, bila mengacu Undang-undang Nomor 4 Tahun 2014, dalam keadaan darurat pihak swasta siap membantu termasuk untuk penggunaan helikopter swasta. Ada pun untuk peralatan penanggulangan bencana di laut, ia mengaku sudah lengkap.
Sementara itu, dalam peringatan HUT Ke-45 Basarnas, diperingati dengan apel seluruh Tim Basarnas, dan pemberian penghargaan kepada relawan, sekaligus simulasi pertolongan pada korban kecelakaan mobil yang menabrak tiang.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ferry Cahyanti