MINGGU, 26 FEBRUARI 2017
LOMBOK — Keberadaan sungai dan ribuan embung rakyat yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) belum dikelola dan digarap secara maksimal, terutama potensi ikan maupun lingkungan sekitar sungai dan embung rakyat.
![]() |
| memancing |
Padahal kalau dikelola dengan baik, sungai dan embung rakyat yang ada bisa jadi dikembangkan sebagai wisata pemancingan yang secara ekonomi bisa menguntungkan masyarakat sekitar.
“Selain bisa melakukan rekreasi melalui pengelolaan lahan sekitar sungai atau embung, juga bisa berwisata memancing ikan dan konsep pengembangan seperti ini sangat mengasikkan,” kata Suhardi, penghobi memancing asal Kelurahan Jempong Barat, Kota Mataram saat memancing di sungai Jangkuk
Menurutnya, konsep pengembangan wisata berbasil kearifan lokal semacam ini belum banyak dikembangkan di NTB, terutama di daerah pedesaan yang banyak terdapat sungai dan embung rakyat.
Model pengembangan sektor pariwisata dengan konsep kearifan lokal belakangan juga banyak menjadi tujuan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.
Hairil, warga penghobi memancing lain menjelaskan, selain penataan dan pengembangan dari sisi destinasi, normalisasi sungai dan pengerukan sedimentasi embung juga perlu dilakukan, termasuk soal kebersihan.
“Sekarang ini sungai dan embung selain kotor, juga kebanyakan sudah mulai dangkal karena endapan sedimentasi, karena itu perlu dinormalisasi dan direvitalisasi,” katanya.
Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi