RABU, 1 FEBRUARI 2017
BALIKPAPAN — Guna memenuhi kebutuhan cabai dan menekan angka inflasi di Kota Balikpapan, Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) akan memberikan bantuan benih cabai ke sejumlah Rukun Tetangga (RT). Pemberian benih atau bibit diberikan secara bertahap yakni dua kali dalam setahun.
![]() |
| Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto. |
Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, mengungkapkan, seluruh RT di kota minyak akan mendapatkan bibit cabai yang diberikan dua kali dalam setahun, yakni 600 bibit per RT.
“Jadi dua kali dalam setahun diberikan benihnya. RT di Balikpapan kan jumlahnya 1600, nanti diberikan 300 bibit tahap pertama, kemudian 300 bibit lagi tahap kedua,” jelasnya, Rabu (1/2/2017).
Dijelaskannya, tujuan pemberian bibit cabai ini agar masyarakat tidak beli cabai lagi untuk memenuhi kebutuhannya karena sudah mampu memproduksi atau menanam cabai di pekarangan rumahnya. Apalagi dengan kondisi cabai mahal, masyarakat sudah dapat memenuhi sendiri kebutuhan cabai.
“Paling nggak masyarakat nggak perlu pusing lagi kalau cabai mahal, karena sudah punya pohon cabai sendiri. Produksi cabai kita sudah mencukupi 120% kebutuhan rumah tangga, hanya kita belum hitung untuk warung, restoran dan hotel,” katanya dengan ramah.
Rencananya, bibit cabai akan diberikan dua bulan sebelum puasa atau Ramadan dan dua bulan sebelum Natal.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Saufan, mengungkapkan, persoalan masih tingginya harga cabai ini bukan karena distribusinya. Namun karena daerah penyuplai juga kekurangan stok sehingga stok cabai berkurang.
“Yang biasanya daerah pemasok itu bisa kirim 3 ton per hari, tapi sekarang kurang dari itu. Sidak terkait harga sudah dilakukan oleh tim pengendali inflasi daerah,” bebernya.
Ia menambahkan, distribusi cabai dari luar daerah lancar hanya saja stok yang dikirim ke daerah itu kurang. Sehingga upayanya menambah stok pengiriman cabai.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti