SABTU, 11 FEBRUARI 2017
MARTAPURA — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan, Syarbani Haira menyatakan, Nahdliyin harus meneguhkan kembali peran NU di tengah masyarakat. Mesti menjaga keutuhan NKRI di tengah ancaman disintegrasi bangsa.
![]() |
| Ratusan Nahdliyyin takzim mengikuti haul Guru Tuha |
“Nahdliyin harus meneladani para ulama-ulama pendiri NU dan Rasullulah,” kata Syarbani Haira dalam memperingati hari lahir NU ke-91 dan haul KH. Abdul Qadir Hasan (Guru Tuha) ke-40 di Universitas Nahdlatul Ulama, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (11/2/2017).
Disebutkan, yang patut dicontoh diantaranya KH. Abdul Qadir Hasan yang merupakan salah satu murid kesayangan KH. Hasyim Asyari, toko pendiri NU. Atas amanah KH. Hasyim Asyari, sosok Guru Tuha meritis pendirian NU di Kalimantan Selatan.
“Diharapkan nahdliyin mencontoh sikap dan nilai-nilai teladan dari seorang tokoh Guru Tuha,”sebutnya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Derah Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie. NU harus menjaga keutuhan bangsa dan negara dengan berpegang pada empat pilar, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Keberadaan NU harus menjadi garda terdepan mengawal persatuan di tengah ancaman disintegrasi negara.
Para tokoh agama, ulama, dan pejabat yang hadir di acara haul KH. Abdul Qadir Hasan ke-40 terdiri atas Ketua PWNU Kalimantan Selatan, Syarbani Haira; ulama KH. Ahmad Zudiannor; Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie; Bupati Banjar, KH. Khalilurrahman; dan Bupati Barito Kuala, Hasanuddin Murad.
Jurnalis : Diananta P Sumedi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Diananta P Sumedi