JUMAT, 24 FEBRUARI 2017
BERITA FOTO — Air pasang laut yang terus mengalir ke sepanjang Sungai Way Sekampung, ditambah aliran air dari berbagai sungai di Lampung Selatan, di antaranya Sungai Way Pisang dan Way Katibung, menjadi faktor semakin meluapnya banjir ke pemukiman warga beberapa dusun di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.
Sebagian warga Dusun Umbul Besar yang semula tak berniat mengungsi pun akhirnya menempati tenda-tenda darurat yang berada di tanggul. Warga secara bergotong-royong juga mendirikan tenda khusus untuk parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Di sepanjang tanggul selebar 6 meter, penghubung antara Dusun Umbul Besar menuju Dusun Kuala Jaya, sejumlah tenda darurat bahkan mulai didirikan akibat banjir yang terus meninggi, dan merendam sebagian rumah warga Dusun Umbul Besar. Tenda-tenda darurat tersebut bahkan digunakan oleh warga untuk aktivitas memasak, dan menyimpan barang-barang yang diungsikan akibat sebagian rumah yang sudah terendam banjir.
Selain rumah, infrastruktur jalan aspal yang menjadi jalur utama warga untuk menuju ke beberapa wilayah terpaksa menggunakan jalur darurat yang merupakan tanggul penangkis yang dibangun untuk menahan luapan Sungai Way Sekampung. Hingga Jumat (24/2/2014), siang ini, banjir yang melanda wilayah Dusun Umbul Besar masih merendam hingga lutut orang dewasa. Sementara di beberapa bagian, ketinggian air mencapai 150 meter masuk ke pemukiman warga dan areal kolam dan tambak. Warga yang biasanya bekerja sebagai buruh tambak dan para pengusaha tambak, terpaksa meliburkan diri untuk mengamankan barang-barang di rumah yang mereka tinggali.
Sesuai prediksi masyarakat, dengan kondisi air laut pasang yang semakin meninggi pada tanggal tua menurut penanggalan Jawa yang berpengaruh pada pasang air laut, dipastikan air belum akan surut hingga sepekan ke depan. Meski menempati tenda-tenda darurat, sebagian warga mengaku belum memperoleh bantuan dari instansi terkait berupa makanan, peralatan tidur serta obat obatan.
![]() |
| Genangan air terus meninggi |
![]() |
| Sejumlah warga mulai mengungsi |
![]() |
| Tenda darurat didirikan di sepanjang tanggul sungai. |
![]() |
| Warga hanya bisa memandangi jalan aspal yang terendam banjir. |
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi


