Gas Melon Langka, Mahasiswa Banjarmasin Geruduk Kantor PT. Pertamina

KAMIS, 23 FEBRUARI 2017

BANJARMASIN — Aktivis mahasiswa lintas perguruan tinggi yang terdiri atas Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (eLSISK) dan Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah Ekonomi Islam IAIN Antasari Kota Banjarmasin, menggureduk Kantor PT Pertamina Area Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (23/2/2017).

Mahasiswa Banjarmasin saat berunjuk-rasa di Kantor PT Pertamina Area Banjarmasin.

Aksi unjuk rasa itu digelar, lantaran massa merasa kesal dan menilai PT Pertamina gagal mengawal program konversi dari minyak tanah ke elpiji, menyusul kelangkaan gas elpiji kemasan 3 kilogram atau gas melon di Kota Banjarmasin. Koordinator aksi dari eLSISK, Jainul Muslihin, mengatakan, mahalnya harga eceran elpiji melon dipicu kelangkaan elpiji di pasaran. PT Pertamina telah gagal sebagai mandatori yang bertugas mendistribusikan elpiji melon itu.  “Masyarakat malah diresahkan dengan langkanya elpiji 3 kilogram beberapa pekan terakhir,” kata Jainul.

Jainul mencatat, harga eceran tertinggi elpiji melon seharusnya hanya Rp. 17.500. Namun, ia menemukan fakta jika pengecer menjual elpiji melon seharga Rp. 40.000-60.000 per tabung. Selain itu, Jainul juga mengaku mendapati temuan konsumsi elpiji melon tidak tepat sasaran. “Elpiji tiga kilogram seharusnya untuk masyarakat menengah ke bawah, tapi malah digunakan oleh masyarakat menengah ke atas dan restoran besar,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Jainul, mahasiswa mendesak PT Pertamina bertanggung-jawab penuh atas kelangkaan elpiji melon di Kalimantan Selatan. Selain itu, juga mendesak PT Pertamina memperketat pendistribusian elpiji melon dan menindak tegas oknum yang menyelewengkan elpiji subsidi. “Pemerintah gagal mengawal dan mengamankan program konversi. Kami minta PT Pertamina segera bersikap, jangan menunda-nunda persoalan masyarakat,” teriak Jainul.

Dalam aksi tersebut, massa menolak ketika dipersilahkan masuk ke Kantor PT Pertamina. Mereka meminta manajemen PT Pertamina area Banjarmasin untuk duduk lesehan saja di luar kantor, membahas sengkarut kelangkaan elpiji melon. Manajemen Pertamina yang pada awalnya menolak keinginan mahasiswa, akhirnya sepakat duduk lesehan di hadapan massa. “Kelangkaan ini karena pengiriman lewat kapal laut terhambat faktor cuaca. Memang ada pengecer yang menjual di atas HET, kami akan menampung masukan bapak-bapak ini,” ujar perwakilan Pertamina.

Jurnalis: Diananta P. Sumedi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Diananta P. Sumedi

Lihat juga...