RABU, 15 FEBRUARI 2017
YOGYAKARTA — Calon Walikota Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta, Nomor Urut 2, Haryadi Suyuti, menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Rabu (15/02/2017), pagi. Tak seperti TPS pada umumnya, TPS ini terbilang cukup unik, karena menampilkan nuansa hari valentine dengan dominasi warna pink.
![]() |
| Calon Walikota Pemilihan Kepala Daerah Kota Yogyakarta nomor urut 2, Haryadi Suyuti, bersama keluarga |
Calon Walikota incumbent Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, datang ke TPS bersama istri, Tri Kirana Muslidatun, serta seorang anaknya, Kirana Arifiani. Disambut petugas panitia TPS yang menggunakan seragam serba pink, Haryadi menempati nomor 73 dari total 319 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebelum memasuki Bilik Suara, Haryadi dan keluarga sempat setengah bercanda dengan seolah-olah berdiskusi untuk mencoblos siapa.
Seusai menggunakan hak pilihnya, Haryadi sendiri mengaku lega, karena telah menggunakan hak politiknya sebagai warga negara. Ia mengaku kehadirannya ini sebagai bukti keterlibatan langsung dirinya dalam proses Pilkada Kota Yogyakarta. Ia sendiri berharap, agar proses Pilkada Kota Yogyakarta dapat berjalan baik dan semua warga menggunakan hak pilihnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku akan menerima apapun hasil perolehan suara dirinya dalam Pilkada Kota Yogyakarta dengan legowo. Meski begitu, pihaknya tetap akan terus memantau proses pemungutan suara melalui tim pemenangan yang ada. Ia sendiri mengaku menggunakan sistim quick count, meskipun secara tertutup khusus untuk tim pemenangan saja.
![]() |
| Suasana TPS 15 Muja muju yang bernuansa pink |
“Apapun hasilnya harus dilihat sebagai sebauah proses demokrasi. Saya akan istikomah dengan apa pun keputusan warga masyarakat Kota Yogyakarta, karena keputusan warga itulah yang harus diletakkan paling tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 09 Muja Muju, Danang Agung Satria, mengaku sengaja mengenakan atribut berwarna serba pink untuk menyambut hari valentine pada 14 Februari, kemarin. Ia menuturkan, semua seragam seperti kaos, topi, hingga balon dan ornamen lainya tersebut merupakan hasil sumbangan secara swadaya dari masyarakat. “Untuk menyemarakkan hari valentine, sekaligus menarik minat warga agar menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS. Selain itu, warna pink juga tidak mengarah pada warna partai tertentu, sehingga lebih netral,” ujarnya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana
