Banjir Limpasan Way Sekampung Petambak Panen Lebih Awal

KAMIS 23 FEBRUARI 2017

LAMPUNG—Meluapnya Sungai  Way Sekampung membuat sebagian lahan dari belasan pemilik tambak udang jenis Vaname dan Vaname terendam banjir.  Para pemilik tambak ini mempunyai  lahan puluhan hektar berlokasi di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi serta beberapa dusun.  Lahan tambak mereka memang berada  di bantaran aliran sungai.

Para petambak yang terpaksa memanen udang lebih awal.
Menurut Camat Kecamatan Sragi,Suwardi, banjir yang melanda sejak dua hari terakhir merupakan banjir kiriman air Sungai Way Sekampung yang berasal dari Kabupaten Pesawaran,Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur. Padahal wilayah di Umbul Besar dalam beberapa hari terakhir tidak hujan namun  akibat banjir kiriman dari hulu sungai membuat beberapa hektar tambak diterjang banjir.  Sebagian pemilik tambak di Paret 4 Dusun Umbul Besar panen lebih awal untuk menghindari kerugian lebih besar.

Suwardi pihaknya sedang  melakukan pendataan luasan lahan yang terimbas banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Way Sekampung tersebut.

“Sebagian petambak segera memanen udang miliknya.  Kalau tidak segera dipanen dikuatirkan banjir menghanyutkan seluruh udang siap panen dengan estimasi kerugian puluhan juta rupiah.  Sebagian petambak sudah bersiap siap untuk panen sepekan ke depan,” ungkap Suwardi saat dikonfirmasi Cendana News di Paret 4 Dusun Umbul Besar Desa Bandaragung Kecamatan Sragi,Kamis (23/2/2017).

Beberapa petambak bahkan terpaksa menggunakan mesin pompa diesel untuk mengurangi volume air di tambak yang mulai meninggi sejak subuh hingga siang ini. Suwardi yang melakukan pemeriksaan sejak malam Rabu (22/2/2017.)

Salah seorang petambak  petambak Devi (30) mengaku segera memanen udang vaname miliknya yang mulai tergenang air sungai untuk menghindari kerugian lebih besar terutama sekitar sepekan ke depan tambak udang yang siap dipanen pada umur dua bulan. Devi terpaksa memanen udang miliknya yang berukuran (size) 40 sentimeter dengan harga Rp85 ribu per kilogram. Seharusnya dia memanen saat size udang vaname miliknya mencapai ukuran 50 senntimeter dengan harga Rp100 ribu per kilogram.

Beberapa pekerja terlihat melakukan proses pemanenan menggunakan jaring sembari menunggu proses pengeringan menggunakan mesin sedot. Devi mengungkapkan udang vaname akan dijual ke Jakarta dan sebagian pengepul di wilayah Bandarlampung.  Proses penyortiran terpaksa dilakukan di tanggul karena sebagian wilayah tambak sudah terendam banjir.

Banjir Merendam Beberapa Dusun
Selain tambak beberapa dusun di Desa Bandaragung menurut Camat Kecamatan Sragi,Suwardi, tercatat beberapa rumah warga terendam banjir setinggi satu meter di antaranya Dusun Sumber Jaya sebanyak 21 rumah,Bunut Selatan sebanyak 10 rumah, Dusun Bunut Utarasebanyak 10 rumah,Di Dusun Umbul Besar sebanyak 88 rumah. Selain perumahan warga juga masjid terendam banjir yang terus berpotensi terjadi.
Pantauan Cendana News saat ini petugas dari Kecamatan Sragi sedang melakukan langkah evakuasi dan sudah menyediakan bangunan sekolah untuk tempat posko bencana serta mendirikan tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan. Sebuah ambulans dari BPBD pun telah dikerahkan. Beberapa warga bahkan melakukan evakuasi secara mandiri dengan mengangkat kendaraan roda dua secara bergotong royong dan mengungsikan ke lokasi yang aman. Selain petugas BPBD juga personil Koramil Palas juga diterjunkan.
“Hingga saat ini kita sedang lakukan pendataan untuk jumlah jiwa yang terdampak dari banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung dan kita sudah berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Lampung Selatan,” ungkap Suwardi.
Dusun yang terendam air.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...