![]() |
| Atidjah dan beberapa contoh barang dagangannya |
Atidjah diberikan dana pinjaman awal sebesar 2 Juta rupiah. Sumarti juga mulai mengarahkan Atidjah untuk mempertimbangkan barang apa yang bisa dijadikan komoditas untuk mendapatkan laba.
Ada dua indikator perkembangan usaha Atidjah, yaitu dagangannya mulai laku dan cicilan Tabur Puja Atidjah lancar. Begitu seterusnya perjalanan usaha Atidjah, hingga tak terasa cicilan Tabur Puja putaran pertamanya lunas.
“ Saya sempat takut dengan uang sebanyak itu, tapi pikir saya, jika dibelanjakan barang dagangan semuanya pasti akan ada juga hasilnya, jadi jangan takut,” pungkas Atidjah.
| Atidjah Salimun bersama cucu |
Dalam usia yang sudah diatas 60 tahun, Atidjah terus berkeliling menawarkan barang dagangannya kepada warga sekitar RW 04 serta arisan keluarga besarnya untuk mencari laba dan membayar cicilan lebih baik lagi dari sebelumnya. Alhasil, Bajunya laku, perputaran uangnya bagus dan cicilan Tabur Pujanya teramat sangat lancar. Dan Atidjah menjadi prioritas untuk mendapatkan pinjaman ketiga dengan jumlah yang lebih besar lagi.
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw