Pokdarwis Teluk Nipah, Giat Berdayakan Warga Jaga Ekosistem Pantai

SENIN, 30 JANUARI 2017

LAMPUNG — Pemberdayaan masyarakat pedesaan pesisir terus dilakukan oleh warga Desa Bulok Kecamatan Kalianda dengan pemanfaatan kawasan pesisir pantai sebagai sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Menurut Adi Gunawan (24), selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Teluk Nipah, salah satu cara menjaga keindahan lokasi pantai yang juga menjadi tempat mencari nafkah bagi nelayan yang ada di Desa Bulok adalah dengan menggunakan jaring atau dengan cara memancing. Salah satu program lain yang telah dijalankan oleh Pokdarwis Teluk Nipah, ungkap Adi Gunawan, di antaranya program bersih pantai dua kali dalam sebulan. Melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis serta para pemuda yang tergabung dalam karang taruna.

Sampah di Teluk Nipah yang terbawa arus.

Adi Gunawan juga mengungkapkan, upaya melakukan pembersihan pantai dilakukan untuk menarik pengunjung yang akan menikmati keindahan Pantai Teluk Nipah dan sampah-sampah yang ada dilokalisir sehingga tidak mengganggu aktivitas nelayan yang akan melaut. Sampah-sampah tersebut, ungkap Adi, sebagian besar merupakan sampah yang terbawa karena arus laut dari wilayah lain dan menepi saat terjadi gelombang besar sehingga mengakibatkan sampah menumpuk di tepi pantai. Namun, sebagian sampah yang merupakan sampah dari laut itu, bisa dibersihkan dengan cara dibakar oleh anggota Pokdarwis yang bertugas sekaligus menjadi gerakan budaya bersih pantai.

“Kawasan Pantai Teluk Nipah sebetulnya tidak hanya menjadi kawasan wisata, tapi juga konservasi. Karena kami juga tengah melakukan pendataan tentang jenis-jenis penyu yang ada di perairan Teluk Nipah yang berpasir dan menjadi tempat berkembangbiaknya penyu,” ungkap Adi Gunawan, Ketua Pokdarwis Teluk Nipah, saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (30/1/2017).

Potensi alam yang bagus di Teluk Nipah yang bisa diberdayakan untuk pengembangan masyarakat Desa Bulok.

Selain menjadi gerakan pemuda di wilayah tersebut dengan menjaga kebersihan sekitar pantai dan jalan menuju pantai, Pokdarwis juga tengah melakukan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari bahan-bahan yang bisa diperoleh di wilayah tersebut. Beberapa pelatihan kerajinan tangan yang tengah dilakukan, di antaranya pembuatan kerajinan tangan dari batok kelapa menjadi asbak, hiasan, membuat topi atau tas dari daun nipah yang sebagian bisa diperoleh di sepanjang pantai, serta pembuatan asesoris dari buah karet yang banyak terdapat di wilayah perkebunan karet di wilayah tersebut.

Adi Gunawan mengungkapkan, Pokdarwis Teluk Nipah yang telah mendapat pengukuhan dan legalitas dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pariwisata tersebut, diakuinya akan terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar pantai. Pemberdayaan masyarakat dalam upaya melakukan kebersihan tersebut, sekaligus melakukan kampanye untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap kebersihan. Terutama di sekitar pantai dengan tidak membuang sampah di sungai serta menyediakan tempat sampah di setiap rumah.

Adi Gunawan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Teluk Nipah.

Beberapa pemilik rumah yang berada tak jauh dari pantai, menurut Adi Gunawan pun mulai dilatih dalam mengelola rumah tinggal sekaligus menjadi homestay yang layak bagi pengunjung yang akan menginap. Sebagian bahkan tengah membangun rumah tinggal sebagai homestay di sekitar desa. Meski menggunakan bangunan sederhana, terbuat dari bambu yang tertata dengan apik dan nyaman. Selain itu, dibuat penambahan gubuk-gubuk dari bambu, warung makan, serta tempat penjualan suvenir karya warga yang tergabung dalam Pokdarwis yang akan didirikan di sekitar pantai.

“Arah kita membuat Pokdarwis sebetulnya memiliki tujuan yang lebih luas. Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya di bidang pariwisata,” ungkap Adi Gunawan.

Berada di dekat Kota Kalianda dengan rencana pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang akan memiliki akses pintu keluar dan pintu masuk, menjadi tantangan untuk pengembangan perekonomian masyarakat. Adi berharap, dengan adanya pintu keluar dan masuk Jalan Tol Trans Sumatera di Kalianda, akan memudahkan akses bagi wisatawan yang berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir pantai. Langkah yang dilakukan pihak desa pun direncanakan akan melakukan perbaikan jalan menuju ke pantai yang akan dilakukan sekitar bulan Maret tahun ini. Untuk memudahkan kendaraan mencapai lokasi Pantai Teluk Nipah.

Ahmadi (kanan), warga Desa Bulok yang ikut menjaga kebersihan dan ekosistem sekitar pantai.

Langkah yang dilakukan Pokdarwis Teluk Nipah yang sebagian dikelola secara mandiri oleh warga Desa Bulok dan juga didominasi kaum muda tersebut, mendapat respon positif dari Ahmad (45), warga Bulok. Ia mengaku, wilayah pantai dan alam merupakan warisan anak-cucu dan harus dilestarikan untuk generasi yang akan datang dengan menjaga serta mewariskan melalui hal-hal positif, di antaranya penanaman pohon di sekitar pantai dan penghijauan.

“Kita sebagai generasi yang tua mendukung sepenuhnya, karena selama ini potensi yang ada di sini belum tergarap dan masyarakat hanya fokus pada usaha berkebun dan nelayan,” ungkap Ahmad.

Ia juga menegaskan agar kawasan wisata pantai yang kerap digunakan oleh wisatawan tersebut bisa dijaga keasriannya dan pengunjung bisa menghormati kearifan masyarakat serta wilayah tersebut. Sebab, selain digunakan sebagai lokasi wisata, sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan juga masih sangat menggantungkan kehidupan dari melaut sehingga bisa ikut dilibatkan. Di antaranya dengan memberdayakan perahu nelayan yang ada untuk berkeliling di sekitar teluk dan kegiatan memancing menggunakan sistem sewa yang bisa menjadi sumber pendapatan bagi nelayan.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...