Peringati Tritura di Tengah Himpitan Naiknya Harga Sembako

SELASA, 10 JANUARI 2017

PONOROGO — Tepat pada 10 Januari 1966, terjadi peristiwa Tiga Tuntutan Rakyat atau yang lebih dikenal dengan Tritura. Isinya, para mahasiswa menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), perombakan Kabinet Dwikora dan penurunan harga sembako. Namun, kini, tepat 51 tahun kemudian, masyarakat Indonesia masih dihadapkan pada naiknya harga sembako. Malahan kini rasanya semakin mencekik rakyat.

Peltu Sukarjono berharap, momen Tritura bisa jadi wahana pemerintah berefleksi guna mengambil kebijakan. Khususnya soal kontrol atas kenaikan harga sembako akhir-akhir ini.

Di bumi Reog Ponorogo, memang tidak ada peringatan khusus terkait peristiwa Tritura ini. Sebagian masyarakat hanya bisa berharap di tengah peringatan Tritura ini, pemerintah segera mengambil kebijakan guna menurunkan harga sembako yang melambung tinggi.

Pendim 0802 Ponorogo, Peltu Sukarjono, menjelaskan, peristiwa Tritura seharusnya bisa menjadi refleksi pemerintah dalam mengambil kebijakan.

“Seharusnya pemerintah bisa mengendalikan harga sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membebani masyarakat kecil,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (10/1/2017).
Menurutnya, jika harga sembako semakin melambung, nasib masyarakat terutama generasi muda sebagai generasi penerus bangsa akan terancam akibat kekurangan nutrisi asupan makanan yang bergizi. Ia pun berharap, pemerintah segera mengatasi hal ini, agar tidak terjadi polemik di masyarakat. Terutama hal yang terbaru, naiknya biaya administrasi kendaraan bermotor.

“Pemerintah harus bisa mengatasinya dengan cepat, supaya masyarakat kecil bisa melanjutkan cita-cita anaknya menjadi sukses,” ujarnya.

Ditemui di lain tempat, Anik (44) pedagang sayuran di Pasar Bungkal, Ponorogo, menambahkan, saat ini harga cabai rawit masih bertengger di Rp 100 ribu per kilogram, bawang merah Rp 32 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp 34 ribu per kilogram.

Anik pedagang sayuran di Pasar Bungkal.

“Mahalnya harga sebanding dengan jumlah barangnya yang sedikit di pasar. Semoga pasokannya segera lancar dan harganya kembali turun,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...