KAMIS, 26 JANUARI 2017
MARABAHAN — Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, mencatat ada kecenderungan penderita HIV AIDS makin banyak di kabupaten setempat. Fenomena ini mengacu pada angka prevalensi penderita HIV AIDS yang mencapai 42 jiwa pada 2016.
| Rapat KPA Kabupaten Barito Kuala di Aula Mufakat, Sekretariat Pemkab Barito Kuala. |
“Sedangkan penderita tertinggi menimpa usia produktif, termasuk di dalamnya anak usia sekolah,” kata Asisten Bidang Kemasyarakatan Pemkab Barito Kuala, Mawarni, di sela pertemuan KPA Barito Kuala di kantor Bupati Barito Kuala, Kamis (26/1/2017).
Mawarni mengingatkan, temuan ini hendaknya menjadi kewaspadaan bersama dalam upaya menjaga dan mengendalikan meluasnya penyakit HIV AIDS secara intensif. Ia mendorong agar semua pihak terus menggencarkan sosialisasi secara kontinyu tentang bahaya penyakit AIDS. “Serta memberi pemahaman bagaimana cara masyarakat memperlakukan warga yang diketahui mengidap penyakit ini,” ujar dia.
Melalui upaya bersama, ia berharap, pemahaman dan wawasan warga tentang penyakit HIV AIDS mampu menekan perkembangan penularan jenis penyakit itu di tengah masyarakat. Selain itu, Mawarni mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mulai diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
“Khususnya dalam menghindari penularan penyakit HIV AIDS sekaligus turut berperan dan berpartisipasi dalam mendukung berbagai langkah kebijakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit berbahaya ini maupun berbagai penyakit menular lainya,” kata dia.
Menurut Mawarni, pertemuan rutin Komisi Penanggulangan AIDS dapat memetakan, memecahkan permasalahan sekaligus membangun koordinasi dan sinergitas semua pihak dalam penanggulangan AIDS. Kolaborasi ini demi mewujudkan sumber daya manusia yang semakin berkualitas.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Barito Kuala, Zulfikar, mengatakan, pertemuan bertujuan menyampaikan informasi perihal perkembangan kasus HIV AIDS di Barito Kuala dan Kalimantan Selatan.
“Mendorong terbentuknya kesadaran agar terlibat dan berkontribusi memacu keterlibatan pemerintah terhadap program P2 HIV AIDS melalui dukungan sebaya,” demikian Zulfikar menambahkan.
Jurnalis: Diananta P. Sumedi / Editor: Satmoko / Foto: Diananta P. Sumedi