RABU, 11 JANUARI 2017
KEEROM — Pasar termurah di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, menjadi daya tarik masyarakat sekitar distrik tersebut untuk dikonsumsi sekaligus menjualnya kembali ke Kota Jayapura.
| Bupati Keerom, Celcius Watae, bersalaman dengan warga, usai memborong cabai di pasar termurah yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan RI-PNG Yonif Raider 700 Wira Yhuda Cakti. |
Pantauan Cendana News di lokasi, pasar tersebut digelar hanya dalam waktu setengah jam. Pasalnya seluruh tamu undangan termasuk Bupati Kabupaten Keerom, Celcius Watae, memborong hasil bumi yang telah dipanen sehari sebelumnya oleh warga setempat.
Hasil bumi dari lahan lebih dari lima hektar yang dijual ini, antara lain; tomat, cabai rawit, cabai padang, singkong, terong, ketimun, semangka merah, semangka kuning, petatas, kacang panjang, dan lainnya.
“Ini sudah kami panen kemarin dan hari ini puncaknya akan kami panen lagi. Kami akan jual hasil ini lagi dengan harga murah kepada masyarakat maupun membawanya ke pasar utama Keerom,” kata Niko kepada Cendana News, Rabu (11/1/2017).
Celcius Watae orang nomor satu di kabupaten tersebut mengaku, sangat senang adanya hasil bumi di tanah yang ia pimpin dan dijual dengan sangat murah. “Murah sekali, ini cabai Rp 60 ribu satu kilo, saya beli semua ya,” kata Celcius kepada salah satu petani sekaligus pedagang di pasar tersebut.
Dilihat dari hasil panen yang ada di Senggi, ke depan distrik ini akan ditetapkan sebagai distrik ketahanan palawija. “Distrik Senggi akan saya siapkan sebagai ketahanan palawija. Karena bicara ekonomi kerakyatan itu sektornya ada di pertanian. Jadi, apa yang Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 700/WYC lakukan itu luar biasa,” ujarnya.
Pasar termurah ini berpusat di Komando Taktis (Kotis) Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan RI-PNG Yonif Raider 700 Wira Yhuda Cakti dan dihadiri langsung Bupati Keerom, Celcius Watae, Komandan Korem 172 Praja Wira Yhakti ,Kolonel Inf Boni C. Pardede, Dandim 1701 Jayapura, Letkol Inf M. Mahbub Junaedi, serta sejumlah legislator Keerom dan undangan lainnya.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta