Kurang Diminati di Dalam Negeri, Lukisan Iok Dikoleksi di Luar Negeri

RABU, 11 JANUARI 2017

MALANG — Semenjak serius menerjuni dunia seni lukis 26 tahun yang lalu, ratusan hingga ribuan karya telah dihasilkan oleh seniman lukis asal Malang, Harry Budy Tjahjono (46) atau yang  akrab disapa Iok. Dengan seringnya Iok menggelar pameran tunggal di dalam maupun luar Malang, membuat karyanya semakin banyak dikenal orang. Bahkan dari sekian banyak karya lukis yang telah Iok hasilkan, tidak sedikit pula yang  justru menjadi koleksi para pecinta seni lukis dari luar negeri.

Iok dan lukisan karyanya yang dipamerkan secara tunggal.

“Sebenarnya sebagian besar karya saya justru banyak dikoleksi oleh orang luar negeri. Karena untuk aliran kontemporer seperti ini, apalagi simple objek (sedikit benda dengan banyak cerita) penghargaan di Indonesia sendiri masih kurang,” akunya kepada Cendana News saat ditemui di pameran tunggalnya Are you Swarm Enough? di gedung Dewan Kesenian Malang, Jalan Majapahit, Kota Malang, Rabu (11/1/2017).

Menurutnya, selain penghargaan terhadap berkesenian masih kurang, Iok menilai bahwa orang Indonesia terlalu memilih. Berbeda dengan orang-orang di luar sana, khususnya di Eropa, mereka sudah lebih jauh memahami bahwa seni itu bukan masalah material atau pun siapa yang melukis. Tetapi karya apa yang dihasilkan. Sehingga kebanyakan karyanya kini yang banyak mengoleksi justru orang dari luar negeri, seperti dari Belanda, Austria, Inggris, Ceko, dan Polandia.

“Kita tidak bisa berharap bahwa berkesenian hanya untuk di sini dan hanya sampai di sini. Karena seni menurut saya adalah global, sehingga kita juga harus mau sedikit untuk lebih terbuka menawarkan sesuatu yang lebih ke luar, supaya kita tidak hanya diam di tempat,” ungkapnya.

Namun demikian, meskipun karyanya sudah sering dijadikan koleksi banyak orang, Iok mengaku tetap melakukan seleksi kepada orang yang ingin mengoleksi hasil karyanya tersebut.

“Kalau saya suka dengan orangnya dan menilai orang tersebut bisa dan sanggup merawat karya-karyanya, akan saya perbolehkan mereka untuk mengoleksi karya tersebut. Tapi, kalau saya pikir mereka tidak bisa merawat dengan benar, meskipun mereka punya uang, saya tidak akan mau menjualnya,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mendapatkan inspirasi dalam melukis, Iok mengaku lebih suka mengamati dan memperhatikan lingkungan sekitar tempat dia berada saat itu. Baik di jalanan, kantong-kantong kesenian maupun di tempat-tempat lain. Karena menurut pria berambut panjang tersebut, datangnya inspirasi bisa dari mana saja.


Disebutkan, pameran yang berlangsung selama 11 hari (7-17/1/2017) tersebut, merupakan pameran tunggalnya yang ke 30. Sejak 2011 yang lalu, Iok juga telah berkomitmen untuk minimal menggelar pameran di Malang sekali dalam satu tahun dalam upayanya untuk menghidupi kesenian yang ada di Malang dengan kemampuan yang ia punya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...