RABU, 11 JANUARI 2017
YOGYAKARTA — Lahan perkotaan yang sempit tak menjadi alasan sejumlah ibu-ibu rumah tangga di Kampung Giwangan Yogyakarta untuk menggeluti bidang usaha pertanian. Memanfaatkan lahan pekarangan rumah mereka, ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita Kusuma Wicitra ini mengembangkan budidaya anggrek serta tanaman agro sejak beberapa tahun silam. Selain dapat mengonsumsi sendiri hasil panen, mereka pun ternyata juga mampu mendapat tambahan penghasilan yang menggiurkan. Tak heran sejumlah prestasi di tingkat kabupaten kota maupun provinsi telah banyak mereka dapatkan.
![]() |
| Ketua Kelompok Tani Kusuma Wicitra Giwangan Yogyakarta, Kadarsih Agus, menunjukkan budidaya anggrek miliknya. |
Ketua Kelompok Tani Kusuma Wicitra, Kadarsih Agus, warga RT 10 RW 4 kampung Giwangan, Yogyakarta, mengatakan, sejak lama banyak masyarakat di kampungnya memelihara tanaman anggrek sebagai hiasan taman. Meski sekadar hobi, sejumlah ibu-ibu rumah tangga ini ternyata mampu menjual bibit-bibit ataupun bunga angrek ke sejumlah teman atau kenalan sesama penghobi. Dari situlah mereka kemudian membentuk kelompok tani wanita untuk lebih serius mengembangkan usaha budidaya anggrek.
“Pada tahun 2008, kelompok kita mendapatkan bantuan modal dari pemerintah. Kita lalu menggunakan modal tersebut untuk membangun sebanyak 7 rumah anggrek sekaligus membeli bibit anggrek berbagai jenis untuk proses budidaya,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu (10/01/2017).
Dari situlah, usaha budidaya anggrek Kelompok Tani Wanita Kusuma Wicitra mulai berkembang. Mereka selalu mengikuti berbagai pelatihan budidaya anggrek, untuk menambah wawasan mengenai cara-cara budidaya anggrek yang begitu banyak macam dan ragamnya. Tak hanya itu saja, mereka juga rutin mengikuti berbagai even pameran anggrek, baik di tingkat kabupaten/kota, maupun provinsi sebagai wahana mempromosikan hasil tanaman anggrek budidaya mereka.
Kini usaha budidaya anggrek Kelompok Tani Wanita Kusuma Wicitra pun telah banyak dikenal. Tak sedikit para penghobi datang langsung ke kampung Giwangan tempat kelompok tani wanita Kusuma Wicitra ini untuk membeli tanaman anggrek. Kelompok Tani Wanita Kusuma Wicitra ini pun kini juga tak hanya membudidayakan tanaman anggrek saja, namun juga membudidayakan tanaman holtikultura seperti sayur-sayuran, cabai, hingga tanaman buah dalam pot. Bahkan mereka juga banyak memiliki sejumlah usaha olahan makanan mulai dari kue hingga produk minuman seperti jahe wangi.
“Kelompok Tani Wanita Kusuma Wicitra ini terdiri dari sebanyak 27 orang yang berasal dari 3 Rukun Warga (RW). Mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga, ” ujarnya.
Menurut Kadarsih, kelompoknya selalu rutin menggelar pertemuan setiap sebulan sekali, guna membahas perkembangan maupun rencana kegiatan bersama. Mereka juga selalu mengirimkan anggota untuk mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar. Termasuk juga melakukan studi banding dan kerjasama dengan kelompok tani lainnya.
“Ke depan kita ingin agar usaha budidaya anggrek atau pun usaha lain di kelompok ini bisa lebih maju. Sehingga warga masyarakat di sini juga bisa mendapatkan manfaat berupa hasil panenan aneka sayuran atau pun penghasilan tambahan,” pungkasnya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana