Hayati, Meretas Rumah Impian Bersama Tabur Puja Posdaya Melati 1 Bukit Duri, Jaksel

SELASA, 10 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Hayati adalah salah-satu pelaku usaha mikro Tabur Puja binaan Posdaya Melati 1, Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Kota Madya Jakarta Selatan (Jaksel). Setiap hari, ia berdagang handuk, sprei, selimut hingga keset atau pengesat kaki. Ia berkeliling membawa barang dagangannya dengan sepeda motor vespa kesayangannya ke sejumlah pasar tradisional maupun toko-toko kelontong, mulai dari Pasar Kodam Jalan Otista (Otto Iskandar Dinata) Jakarta Timur, Pasar Kalibata Jakarta Selatan bahkan hingga ke pasar-pasar di wilayah Bekasi. 
Hayati.
“Saya menyukai cara berdagang keliling dengan berpindah-pindah, karena menurut saya itu cara terbaik agar barang dagangan selalu laku. Dan, sepeda motor vespa milik saya ini adalah saksi hidup sekaligus teman sejati saya dalam setiap perjalanan,” kata Hayati, sambil sedikit mengenang perjalanannya ketika berdagang keliling.
Awal Hayati menekuni profesi sebagai pedagang handuk, sprei dan lain sebagainya itu dimulai pada 1991, dengan mengambil barang kepada kakak kandungnya sendiri, yang merupakan penyalur handuk, selimut dan sprei. Tetapi, sejak ia bergabung di Posdaya Melati 1 pada 2015 dan ikut Program Simpan Pinjam Tabur Puja, ia bisa berdagang dengan modal sendiri. Caranya dengan menggunakan sedikit uang tabungan, lalu ditambahkan dengan pinjaman dari Tabur Puja. Hayati begitu bersyukur bisa bergabung dengan Posdaya dan ikut Tabur Puja. Ia merasa banyak terbantu untuk berdagang secara mandiri, dengan menggunakan modal sendiri.
“Tapi, saya tetap mengambil barang dari kakak saya, hanya saja langsung beli putus, jadi lebih murah,” kata Hayati, lagi.
Dalam satu hari, Hayati bisa mendapatkan omzet sebesar Rp. 800.000 hingga Rp. 1 Juta. Dan, dalam satu bulan, omzet keseluruhan usaha dagangnya bisa mencapai kurang lebih Rp. 7 Juta dengan laba bersih sebesar Rp. 2,5 Juta. Mungkin bagi orang lain jumlah itu kecil, tetapi bagi Hayati jumlah tersebut sangat berarti karena itu didapatkan dengan modal sendiri tanpa menyusahkan orang lain. Dan, semua itu sekali lagi menurut Hayati adalah berkat kesempatan yang diberikan Yayasan Damandiri melalui Tabur Puja.
Harapan Hayati ke depan adalah jika ia bisa terus giat berdagang, lalu bisa membayar cicilan tepat waktu serta simpanannya di Tabur Puja terus bertambah, otomatis pinjamannya pun bisa bertambah. Dengan begitu, ia bisa mewujudkan impiannya untuk memiliki rumah sendiri. “Rumah yang saya tempati sekarang ini adalah rumah warisan. Saya tetap tinggal di sini sampai kapan pun, tetapi wajar jika saya ingin atau bermimpi membeli rumah sendiri. Semoga usaha saya stabil, rejeki lancar dan diberi berkah dari Tuhan,” tutup Hayati, melepas harap.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...