Cicilan Lancar, Kelompok PJ Hayati Turut Sukseskan Tabur Puja Posdaya Melati 1 Bukit Duri, Jaksel

SELASA, 10 JANUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Hayati, seorang ibu rumah-tangga yang gemar mengendarai sepeda motor vespa untuk berdagang keliling di Jabodetabek, adalah anggota Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera) Yayasan Damandiri di Posdaya Melati 1, RW0 11, Bukit Duri, Jakarta Selatan (Jaksel). Keteguhan hatinya dalam berdagang demi mewujudkan impiannya memiliki rumah idaman, ditularkannya kepada anggota Posdaya Melati 1 lainnya dalam bentuk himbauan untuk ikut Tabur Puja dengan rasa tanggung-jawab yang tinggi.
Kiri ke Kanan: Trisno Budiarti, Hayati, Titin Sumartini.
“Jadi begini, mau dapat di tempat mana lagi fasilitas (pinjaman –red) seperti ini? Pinjaman tanpa agunan atau jaminan, bunga ringan dan mekanismenya begitu mudah. Jawabannya adalah hanya di Tabur Puja. Karena itu, mari gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk meningkatkan taraf kehidupan masing-masing,” tutur Hayati, kepada Cendana News.
Hayati kelahiran asli sekaligus Ketua RT 011, RW 011, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Ia adalah juga Penanggung Jawab (PJ) Kelompok 3 Tabur Puja Posdaya Melati 1, Bukit Duri, Jaksel. Anggota binaannya sudah mencapai 25 orang, atau sudah sesuai dengan kebijakan terbaru Yayasan Damandiri, bahwa syarat keanggotaan masing-masing kelompok Tabur Puja adalah sebanyak 25 orang, dengan dikepalai oleh 1 orang PJ. Dari 25 orang anggota Tabur Puja tersebut, sebagian besar adalah warga RT di lingkungannya sendiri.
Baca Juga:
“Total warga saya ada sekitar delapan puluh tujuh Kepala Keluarga. Tapi, belum terhitung untuk krucil (anak kecil –red) yang baru lahir,” kata Hayati, dalam dialek Betawi yang khas, sambil menunjuk anak-anak kecil lucu yang hilir mudik di kediamannya.
Untuk menyukseskan Tabur Puja di wilayah Posdaya Melati 1, Hayati berusaha tegas dari awal kepada setiap anggota baru dan mengimbau secara simultan kepada anggota lama, agar membayar cicilan tepat waktu. Dengan begitu, pinjaman selanjutnya tidak akan sulit untuk didapatkan. Hal itu juga demi kebaikan bersama. Jika pinjaman cair, pastinya bisa membuka usaha walau kecil-kecilan untuk memperbaiki maupun menambah gerak laju ekonomi keluarga masing-masing.
“Kagak mandang siape saya mah, pokoknya semua kudu bener minjem sama bayarnye. Demi kebaikan bersama juga semuanya. Alhamdulillah semua pada nyadar, jadinya di kelompok saya kaga ada yang nunggak. Tanya aje sama Bu RW,” pungkas Hayati, berseloroh sambil menunjuk Ketua RW0 11, tetap dengan dialek Betawinya.
Dari seluruh anggota Kelompok 3 di bawah Hayati, tidak ada satupun yang menunggak cicilan Tabur Puja. Hal ini juga diamini oleh Bendahara Posdaya Melati 1 sekaligus Kasir Tabur Puja, Titin Sumartini. Menurut Titin, Hayati adalah salah-satu PJ yang pandai merangkul para anggota dengan cara memperlakukan mereka sebagai teman atau sahabat. Selain itu, ketegasan Hayati juga membuat rekan-rekan anggota kelompoknya menaruh rasa hormat dan segan kepadanya. Artinya, mereka percaya kepada Hayati dan menggunakan kepercayaan dari Hayati dengan sebaik-baiknya. Begitu pula, sebaliknya.
“Dalam Tabur Puja, jika cicilan lancar, otomatis tabungan anggota bersangkutan naik, sehingga batas pinjaman bisa naik juga, seperti itu sistem yang berlaku. Tetapi, peran PJ juga sangat vital, dan menurut saya, PJ Hayati itu selain rajin berdagang dan tegas memimpin anggotanya, ia juga sahabat yang baik buat semuanya, dan itu menjadi kunci sukses kelompoknya,” ujar Trisno.
Baik PJ Hayati maupun seluruh anggota kelompoknya, kini sudah memasuki putaran pinjaman Tabur Puja yang ketiga kali. Jumlah pinjaman kredit lunak yang diambil juga bervariasi, antara Rp. 2-4 Juta per anggota.  Itu menandakan, mereka semua mendapatkan kepercayaan untuk terus mengambil pinjaman dari Tabur Puja. 

Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Koko Triarko / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...