Dukung Anak Berkebutuhan Khusus, Pemkab Ponorogo Adakan Gebyar Kreativitas

KAMIS 26 JANUARI 2017
PONOROGO–Sebanyak 1.102 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ponorogo berkumpul di Paseban, Alun-Alun Ponorogo, Kamis (26/1/2017). Ribuan ABK ini hendak mengikuti gebyar kreatifitas ABK guna menyongsong sekolah inklusi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. 
Sebagian anak yang berkebutuhan khusus.
Dalam acara ini, anak-anak diajak jalan santai dan pembagian hadiah, selain itu juga memamerkan hasil kreativitasnya berupa prakarya serta memamerkan keahliannya dalam bernyanyi dan memainkan alat musik seperti reog mini dan tarian tradisional lainnya.
Para ABK ini terdiri dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan juga sekolah inklusi di Ponorogo mulai dari SDN 4 Krebet, SDN 2 Padak, SDN 4 Karangpatihan, SD dan SMA Immersion, SMPN 2 Satap Jambon, SMA Muhipo, SDN Sumoroto dan SD Qurota’ayun. ABK yang ikut terdiri dari tuna grahita, tuna daksa dan tuna netra.
Salah satu siswa SLB-A Aisyiyah Ponorogo, Sulthon mengaku senang dengan adanya kegiatan ini karena ia dapat berkumpul bersama teman-temannya yang lain di Ponorogo.
“Senang, bisa bertemu banyak teman dan punya kenalan dari lain sekolah,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi.
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya terhadap ABK yang ada di Ponorogo yang ternyata dalam kesehariannya selain sudah bisa mandiri juga mulai menunjukkan bakat serta minatnya dalam berbagai bidang.
“Seperti membuat prakarya dan bermain alat musik ini tentu hal yang bagus dan perlu dorongan agar semakin baik kedepannya,” terangnya.
Ipong yakin dengan kondisi para ABK ini, Tuhan Yang Maha Esa pasti mempunyai maksud yang baik didalamnya hanya kita perlu menggalinya lebih dalam. Ia menyontohkan pemain sepak bola terkenal, Lionel Messi yang awalnya ABK kini mampu menjadi bintang sepak bola internasional.
“Nantinya ke depan, pembangunan tidak boleh melupakan ABK, anak-anak ini harus diberi kesempatan seluas-luasnya,” cakapnya.
Ipong pun menghimbau setiap sekolah yang ada di Ponorogo selain SLB, untuk mau menerima siswa ABK dengan porsi yang lebih banyak. Sedangkan bagi ABK yang tidak bersekolah juga akan diberi bantuan melalui masing-masing kecamatan. Pelayanan kesehatan pun lebih ditingkatkan agar tingkat kelahiran ABK ini bisa diperkecil. Dan untuk ABK diharapkan mampu bersaing seperti anak normal pada umumnya.
“Kesempatan yang paling dekat bagi ABK, bisa melakukan pentas seni saat kegiatan pemerintah, ini untuk mendorong semangat anak-anak agar tidak merasa rendah diri,” pungkasnya. 
Pertunjukkan reog. 
Jurnalis: Charolin Pebrianti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti
Lihat juga...