Desember 2016 :Inflasi di Pedesaan NTB 0,78 persen

SELASA 3 JANUARI 2017

MATARAM—Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Nusa Tenggara Barat (NTB), Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, selama Desember 2016, terjadi inflasi di daerah pedesaan NTB sebesar 0,78 persen.
 Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih.

 “Terjadinya inflasi daerah pedesaan tersebut disebabkan, karena terjadi peningkatan indeks konsumsi rumah tangga pada hampir semua kelompok pengeluaran,” kata Endang saat menyampaikan rilis BPS di Mataram, Selasa (3/1/2016). 

Terdiri dari kelompok bahan makanan sebesar 1,20 persen, makanan jadi 0,68 persen, transportasi dan komunikasi 0,49 persen, kesehatan 0,35 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,32 persen dan perumahan 0,10 persen.
Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,07 persen.
“Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Desember 2016 mengalami penurunan sebesar 0,71 persen, bila dibandingkan NTP bulan November 2016, yaitu dari 107,32 persen menjadi 106,56 persen.”
Dijelaskan, hal tersebut disebabkan karena indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,08 persen, sedangkan indek harga yang dibayar petani meningkat sebesar 0,63 persen.

Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi

Lihat juga...